Nasional
Beranda » Berita » KA BIAS Layaninya Mencapai 208.583 Penumpang pada Triwulan I 2026

KA BIAS Layaninya Mencapai 208.583 Penumpang pada Triwulan I 2026

KA BIAS Layaninya Mencapai 208.583 Penumpang pada Triwulan I 2026
KA BIAS Layaninya Mencapai 208.583 Penumpang pada Triwulan I 2026

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mencatat peningkatan signifikan dalam volume penumpang pada Januari hingga Maret 2026, dengan total 208.583 orang yang menggunakan layanan ini. Data ini dirilis pada Selasa, 14 April 2026, dan menunjukkan kenaikan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya melayani 159.092 penumpang.

Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan minat masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel, terutama di wilayah Solo hingga Madiun. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa layanan KA BIAS tidak hanya berfungsi sebagai penghubung ke Bandara Adi Soemarmo, tetapi juga menjadi pilihan utama dalam berbagai aktivitas harian karena tarifnya yang terjangkau.

Baca juga:

"KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun," ujar Anne Purba.

Distribusi penumpang menunjukkan konsentrasi tertinggi di Stasiun Solo Balapan, yang mencatat 110.320 penumpang selama tiga bulan pertama tahun ini. Daerah Operasi 7 Madiun menyumbang 92.390 penumpang, dengan Stasiun Madiun menjadi titik tersibuk yang melayani 52.105 orang hingga akhir Maret.

Baca juga:

Secara makroekonomi, wilayah Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 4,9 persen, sementara Jawa Timur tumbuh 5,0 persen, dipicu oleh mobilitas penduduk antar kawasan utama. Harga tiket KA BIAS berkisar antara Rp7.000 hingga Rp40.000, menyesuaikan dengan kebutuhan perjalanan harian warga lokal.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan bahwa integrasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan layanan ini. "KA BIAS hadir untuk menjaga keterhubungan antarwilayah dalam satu kawasan yang terus berkembang. Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan," ungkapnya.

Baca juga:

Dengan data terbaru ini, KA BIAS diproyeksikan akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *