Media Pendidikan – 06 April 2026 | Pada Minggu malam, 5 April 2026, jalan utama yang menghubungkan Cianjur dengan Kampung Cijeblog, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, terendam air hingga lebih dari satu meter. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore terus meningkatkan debit sungai dan menyebabkan genangan meluas di sepanjang jalur utama.
Penyebab utama banjir adalah meluapnya sungai setempat serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Tanah yang kurang menyerap air memperparah kondisi, sehingga air mengalir ke permukaan jalan dan menutupi aspal secara merata.
Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memberlakukan sistem buka‑tutup di area terdampak. Kendaraan beroda tinggi diprioritaskan untuk melintas, sementara motor dan kendaraan kecil lainnya harus menunggu air surut. “Kami mengutamakan keselamatan, jadi kendaraan yang dapat melewati ketinggian air akan diizinkan masuk,” ujarnya.
Banjir tidak hanya menutupi jalan, tetapi juga merendam sejumlah pemukiman di enam desa sekitar Cibeber. Ratusan rumah mengalami kerusakan, termasuk madrasah yang atapnya jebol akibat tekanan air. Beberapa rumah masih terendam dengan kedalaman kurang dari 10 sentimeter, sementara jalan utama Cianjur‑Cibeber tidak dapat dilalui kendaraan.
Seorang pemotor bernama Deden (41) mengaku terpaksa menunggu sampai genangan berkurang untuk melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Campaka. “Ada jalur alternatif, tetapi pada malam hari penerangan minim, jadi lebih aman menunggu surut,” katanya.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyampaikan bahwa enam desa di kecamatan tersebut terdampak, dengan puluhan rumah dan jalan utama yang terendam. Tim BPBD bersama relawan masih melakukan asesmen kerusakan dan mengoordinasikan upaya pembersihan. Menurutnya, kondisi banjir sudah mulai berangsur surut, namun warga di permukiman masih dihadapkan pada genangan kecil.
Akibat genangan di jalur utama, layanan transportasi publik juga terhenti. Kereta Api Siliwangi yang melintasi rute Cipatat‑Cianjur‑Sukabumi harus menghentikan operasional sementara, menahan penumpang di Stasiun Cianjur hingga jalur rel aman kembali. KAI Daop 2 Bandung menawarkan pembatalan tiket dengan pengembalian biaya penuh bagi penumpang yang tidak ingin menunggu.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan kehadiran hewan liar seperti biawak serta ular yang dapat masuk ke area rumah setelah air surut. Pemeriksaan jaringan listrik dan peralatan elektronik juga disarankan untuk menghindari bahaya kelistrikan.
Dengan kondisi yang perlahan membaik, upaya pembersihan lumpur dan perbaikan infrastruktur drainase menjadi prioritas. Pemerintah daerah berjanji akan mempercepat perbaikan sistem saluran agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.


Komentar