Uncategorized
Beranda » Berita » Isyarat Perpisahan Rasulullah Lewat Wasiat Terakhir di Arafah

Isyarat Perpisahan Rasulullah Lewat Wasiat Terakhir di Arafah

Isyarat Perpisahan Rasulullah Lewat Wasiat Terakhir di Arafah
Isyarat Perpisahan Rasulullah Lewat Wasiat Terakhir di Arafah

Media Pendidikan – 04 Juni 2026 | Haji Wada’ merupakan ibadah haji pertama sekaligus terakhir yang dijalankan oleh Nabi Muhammad. Pada tahun 632 M, Nabi Muhammad memutuskan untuk melakukan ibadah haji ke Mekkah, yang merupakan suatu keharusan bagi umat Islam.

Rasulullah memulai perjalanannya dari Madinah menuju Mekkah, dengan berangkat pada bulan Dzulhijjah. Ia membawa 1400 orang peziarah dari Madinah, termasuk para sahabat terdekatnya.

Baca juga:

Pada hari kedua perjalanan, Nabi Muhammad dan rombongannya tiba di Arafah, sebuah tempat yang terletak di antara Mekkah dan Mina. Di tempat ini, Nabi Muhammad memberikan wasiat terakhirnya kepada umat Islam.

Wasiat Nabi Muhammad tersebut berisi tentang pentingnya mengikuti sunnah dan hadits-haditsnya, serta meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik. Ia juga meminta umat Islam untuk selalu memelihara keutuhan dan kesatuan umat.

Baca juga:

Nabi Muhammad kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Mekkah, di mana ia melakukan ibadah haji dengan penuh kekhusyukan. Namun, perjalanan panjang ini tidak dapat ia selesaikan, karena pada hari ketujuh, ia meninggal dunia di Madinah.

Meninggalnya Nabi Muhammad merupakan kejutan besar bagi umat Islam, yang merasa kehilangan pimpinannya. Namun, wasiat terakhirnya tetap menjadi pedoman bagi umat Islam untuk selalu mengikuti sunnah dan hadits-haditsnya.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *