Media Pendidikan – 12 April 2026 | Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pernyataan resmi pertamanya sejak pertemuan diplomatik di Islamabad berakhir, menegaskan ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul pada hari Senin, menyusul rangkaian pembicaraan bilateral yang tidak menghasilkan kesepakatan signifikan.
Ghalibaf menegaskan bahwa sikap skeptis Iran tidak muncul secara tiba‑tiba, melainkan berakar pada serangkaian kebijakan dan tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan serta kepentingan strategis Tehran. “Iran Tak Mempercayai AS, Ini Ternyata Pemicunya!” ujarnya, menyoroti adanya faktor-faktor tertentu yang memperparah ketegangan antara kedua negara.
Selain itu, Ghalibaf menyinggung intervensi militer Amerika di wilayah Timur Tengah sebagai elemen yang memperkuat persepsi ketidakpercayaan. Ia menambahkan bahwa keberadaan pasukan Amerika di negara-negara tetangga Iran, serta dukungan terhadap kelompok oposisi, menimbulkan rasa curiga yang mendalam di kalangan pejabat tinggi Tehran.
Dalam konteks geopolitik, Ghalibaf menekankan pentingnya Iran untuk memperkuat aliansi regional sebagai alternatif dari dominasi Barat. Ia menyebutkan bahwa negara‑negara seperti Rusia dan Turki menjadi mitra strategis dalam menyeimbangkan kekuatan global, sekaligus menyediakan jalur ekonomi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Barat.
Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan Ghalibaf mencerminkan sikap Iran yang semakin tegas dalam menolak tekanan luar, terutama dari Amerika Serikat. Mereka memperkirakan bahwa hubungan bilateral kedepannya akan tetap tegang, kecuali ada perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri kedua negara.
Ke depan, Ghalibaf menutup pernyataannya dengan menegaskan kesiapan Iran untuk terus mengejar jalur diplomasi yang independen, sambil tetap menjaga kepentingan nasionalnya. Ia menambah bahwa Iran akan terus mengawasi setiap langkah Amerika, dengan harapan bahwa dialog konstruktif dapat terjalin kembali di masa mendatang.


Komentar