Media Pendidikan – 28 Juni 2026 | Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah berjanji untuk menanggapi setiap serangan AS dengan respons yang lebih keras seiring berlanjutnya serangan balasan di Teluk.
Ada beberapa alasan yang membuat Iran ingin menyerang Kuwait dan Bahrain. Pertama, Iran merasa bahwa Kuwait dan Bahrain terlalu dekat dengan Amerika Serikat dan telah membiarkan AS menggunakan wilayah mereka sebagai basis militer.
Kedua, Iran khawatir bahwa Kuwait dan Bahrain dapat menjadi ancaman bagi keamanan nasional Iran jika mereka terus membiarkan AS menggunakan wilayah mereka.
Ketiga, Iran ingin menunjukkan kekuatan dan kemampuan militer mereka di wilayah Teluk.
"Kami akan menanggapi setiap serangan AS dengan respons yang lebih keras," kata IRGC.
Data menunjukkan bahwa Iran telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Teluk dalam beberapa tahun terakhir.


Komentar