Media Pendidikan – 02 April 2026 | Keberhasilan Tim Nasional Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 memicu sorotan khusus pada klub Indonesia, khususnya Persib Bandung. Kemenangan dramatis Irak atas Bolivia dengan skor 2-1 di Estadio BBVA pada 1 April 2026 tidak hanya menandai sejarah panjang pertama kalinya sejak 1986, tetapi juga membuka peluang finansial signifikan bagi klub yang memiliki pemain dalam skuad Irak.
Dalam laga play‑off antarkonfederasi tersebut, Irak memulai unggul lewat sundulan Ali Al Hamadi pada menit ke‑10. Bolivia menyamakan kedudukan lewat gol Moises Paniagua pada menit ke‑38, namun pada babak kedua Aymen Hussein mencetak gol penentu yang mengamankan kemenangan 2‑1. Meskipun Frans Putros tidak tampil di lapangan, namanya tetap tercatat sebagai bagian resmi dari skuad Irak yang berhasil melaju ke putaran final.
Frans Putros, bek asal Irak yang memperkuat Persib Bandung pada musim 2025/2026, menjadi figur kunci di balik harapan finansial klub. Kehadirannya di tim nasional Irak menempatkan Persib pada posisi potensial untuk menerima aliran dana dari FIFA melalui skema Club Benefit Programme yang baru diperluas pada edisi 2026.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyatakan dukungan penuh kepada Putros. Hodak menekankan bahwa partisipasi di Piala Dunia adalah impian berharga sekaligus kesempatan terakhir dalam karier seorang pemain yang kini telah berusia lebih dari tiga puluh tahun. Ia menegaskan pentingnya Putros tetap berada dalam daftar final skuad Irak demi kepentingan pribadi pemain sekaligus manfaat bagi Persib.
Club Benefit Programme FIFA mengalokasikan total dana sebesar 355 juta dolar AS, atau diperkirakan setara dengan enam triliun rupiah, untuk dibagikan kepada klub‑klub yang pemainnya berpartisipasi di Piala Dunia. Mulai edisi 2026, program ini tidak hanya memberikan kompensasi pada fase final, melainkan juga sejak fase kualifikasi, sehingga klub‑klub seperti Persib dapat memperoleh pemasukan tambahan lebih awal.
Jika Frans Putros masuk dalam skuad final Irak, Persib berpotensi menerima bagian yang lebih besar dari dana tersebut. Selain Putros, beberapa pemain Persib lain turut terlibat dalam kualifikasi Piala Dunia, antara lain Thom Haye, Eliano Reijnders, Beckham Putra, dan Marc Klok. Keberadaan mereka dalam proses kualifikasi menambah peluang Persib untuk memperoleh aliran dana yang signifikan.
Eks‑pemain Persib yang kini memperkuat tim nasional Filipina, seperti Daisuke Sato dan Kevin Ray Mendoza, juga berpartisipasi dalam fase kualifikasi. Meskipun mereka tidak mewakili Irak, kehadiran mereka menambah jumlah pemain Persib yang berkontribusi pada kompetisi internasional, yang pada gilirannya dapat meningkatkan total kompensasi yang diterima klub.
Potensi keuntungan tidak terbatas pada Persib saja. Klub lain di Indonesia, misalnya PSM Makassar, memiliki bek Yuran Fernandes yang dikabarkan berpeluang masuk skuad Timnas Tanjung Verde (Timnas Timor Leste) untuk Piala Dunia 2026. Jika terjadi, klub‑klub lain di tanah air juga dapat merasakan efek finansial serupa.
Secara keseluruhan, aliran dana yang dijanjikan FIFA dapat menjadi suntikan keuangan penting bagi Persib Bandung, terutama di tengah tantangan ekonomi klub sepak bola domestik. Pendapatan tambahan ini dapat dialokasikan untuk pengembangan akademi, pembelian pemain baru, atau peningkatan fasilitas, yang pada akhirnya berpotensi memperkuat posisi Persib di kompetisi domestik dan Asia.
Dengan Irak kini resmi melaju ke Piala Dunia 2026, mata dunia sepak bola mengarah ke Amerika, sementara Persib Bandung menantikan panggilan resmi dari FIFA. Apabila Frans Putros dan rekan‑rekan lainnya dapat mengukir prestasi di panggung dunia, manfaat finansial yang dijanjikan dapat menjadi rezeki nomplok yang mengubah lanskap keuangan klub pada era pasca‑piala dunia.


Komentar