Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Indonesia Target Potong Sampah 33.000 Ton per Hari dengan Pembangunan Pembangkit Waste-to-Energy 2029

Indonesia Target Potong Sampah 33.000 Ton per Hari dengan Pembangunan Pembangkit Waste-to-Energy 2029

Indonesia Target Potong Sampah 33.000 Ton per Hari dengan Pembangunan Pembangkit Waste-to-Energy 2029
Indonesia Target Potong Sampah 33.000 Ton per Hari dengan Pembangunan Pembangkit Waste-to-Energy 2029

Media Pendidikan – 23 April 2026 | JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengumumkan target ambisius untuk mengurangi volume sampah harian sebesar 33.000 ton pada tahun 2029. Upaya ini akan diwujudkan melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis waste-to-energy (WtE) di berbagai wilayah strategis.

Rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat penanganan limbah, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), serta memanfaatkan energi terbarukan dari sampah. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, total sampah yang dihasilkan Indonesia mencapai lebih dari 60 juta ton per tahun, dengan sekitar 15.000 ton di antaranya tidak terkelola dengan baik.

Baca juga:

“Indonesia targets 33,000 tons daily waste cut with WtE plants by 2029,” ujar juru bicara kementerian dalam konferensi pers, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi WtE dalam sistem pengelolaan limbah nasional.

Pembangunan pembangkit WtE akan difokuskan pada daerah‑daerah yang memiliki akumulasi sampah tinggi, seperti Jabodetabek, Jawa Barat, dan wilayah‑wilayah industri di Kalimantan. Setiap instalasi diharapkan dapat mengolah antara 500 hingga 1.000 ton sampah per hari, sekaligus menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setempat.

Secara teknis, proses waste-to-energy mengubah sampah menjadi energi melalui pembakaran terkendali, gasifikasi, atau pirolisis. Energi yang dihasilkan dapat disalurkan ke jaringan listrik nasional, sementara residu padat yang tersisa akan diproses lebih lanjut menjadi bahan baku konstruksi atau bahan bakar alternatif.

Baca juga:

Target 33.000 ton per hari setara dengan penurunan sebesar hampir 20% dari total sampah harian saat ini. Jika tercapai, Indonesia akan menurunkan volume sampah yang masuk ke TPA secara signifikan, mengurangi emisi metana, dan meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Selain manfaat lingkungan, proyek WtE diharapkan membuka lapangan kerja baru di sektor rekayasa, operasional, dan pemeliharaan fasilitas. Pemerintah juga berencana memberikan insentif fiskal bagi investor domestik dan asing yang berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit tersebut.

Namun, para pakar mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada konstruksi pembangkit, melainkan juga pada peningkatan sistem pengumpulan sampah, edukasi masyarakat, dan kebijakan daur ulang yang konsisten.

Baca juga:

Sejauh ini, tiga proyek percontohan telah selesai dibangun di Surabaya, Bandung, dan Palembang, masing‑masing menghasilkan listrik sebesar 10 hingga 20 megawatt. Pemerintah menargetkan tambahan sepuluh pembangkit baru setiap tahun hingga 2029.

Dengan langkah ini, Indonesia berupaya menjadikan sampah bukan lagi beban, melainkan sumber energi yang mendukung agenda mitigasi perubahan iklim dan ketahanan energi nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *