Media Pendidikan – 02 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memperluas penguasaan Jalur Gaza hingga 70 Persen. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menekankan bahwa posisi Indonesia jelas dan konsisten dalam kemerdekaan Palestina.
Yvonne mengatakan bahwa bagi Indonesia, rencana perluasan penguasaan wilayah itu akan memperburuk krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan semakin menjauhkan prospek perdamaian yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan.
Indonesia menekankan penyelesaian berkelanjutan atas isu penjajahan Palestina hanya dapat dicapai melalui diakhirinya pendudukan Israel dan terwujudnya Solusi Dua Negara berdasarkan parameter yang disepakati secara internasional.
Sebelumnya, penolakan rencana perluasan penguasaan wilayah Jalur Gaza oleh Israel juga ditolak pemerintah Malaysia. Malaysia menyebut rencana tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan PBB, dan resolusi Majelis Umum PBB.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan tentara Israel untuk memperluas kendali mereka atas Jalur Gaza hingga 70 persen. Menurut pernyataan yang disiarkan oleh media Israel, saat ini Israel sepenuhnya menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza. Arahan Netanyahu adalah untuk mencapai 70 persen.


Komentar