Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | Pada tanggal 27 Mei 2026, Indonesia dan Tajikistan sepakat memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas.
Pertemuan konsultasi bilateral di Dushanbe, Tajikistan, dipimpin bersama oleh Wamenlu RI Arrmanatha Nasir dan Wamenlu Tajikistan Idibek Kalandar.
Kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat kedua negara.
Mengemuka pula rencana penyusunan peta jalan kerja sama bilateral sebagai panduan penguatan hubungan jangka panjang yang lebih terarah, inklusif, dan berorientasi hasil.
Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dan Asia Tengah, serta mengharapkan penguatan interaksi dan kolaborasi Tajikistan dengan ASEAN.
Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan industri hilirisasi, serta transformasi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di bidang sosial budaya, kedua negara sepakat memperkuat hubungan antarmasyarakat, termasuk melalui pariwisata, kerja sama pendidikan dan pertukaran budaya.
Sebagai hasil konkret pertemuan, kedua Wamenlu menandatangani Nota Kesepahaman Pembentukan Komite Konsultasi Bilateral.
Komite ini membuka babak baru hubungan bilateral antara Tajikistan dan Indonesia, sekaligus menjadi landasan penguatan konsultasi bilateral ke depan.
Usai pertemuan konsultasi bilateral, delegasi Indonesia juga melakukan kunjungan ke kawasan ekonomi bebas Dangara, sekitar dua jam dari ibu kota Dushanbe.


Komentar