Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Indonesia-CERN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Diplomasi Sains Nasional

Indonesia-CERN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Diplomasi Sains Nasional

Indonesia-CERN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Diplomasi Sains Nasional
Indonesia-CERN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Diplomasi Sains Nasional
Daftar Isi

Media Pendidikan – 26 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Indonesia resmi menandatangani International Cooperation Agreement (ICA) dengan The European Organization for Nuclear Research (CERN) dalam sebuah upacara sirkuler di Jenewa. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal CERN, Prof. Mark Thomson, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, menandai langkah strategis dalam memperluas jaringan riset global Indonesia.

Proses kerja sama ini dimulai pada November 2023 ketika Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN mengajukan inisiatif kolaborasi dengan CERN. Negosiasi formal ICA dimulai pada 20 Maret 2024 dan berlangsung selama lebih dari dua tahun, melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri, serta tim teknis BRIN. Pada Oktober 2025, adendum Nota Kesepahaman terkait proyek ALICE – salah satu eksperimen utama Large Hadron Collider (LHC) – berhasil diselesaikan, memperkuat fondasi teknis kerja sama.

Baca juga:

Tahapan Negosiasi

  • Nov 2023: Ide kerja sama diusulkan oleh BRIN.
  • 20 Mar 2024: Mulai negosiasi ICA.
  • Okt 2025: Finalisasi adendum ALICE.
  • 12 Nov 2025: ICA selesai dan diajukan ke Dewan CERN.
  • 11 Des 2025: Persetujuan dalam Closed Council Meeting di Jenewa.
  • 21 Apr 2026: Penandatanganan resmi.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN, Nunung Nuryartono, menegaskan harapan strategis Indonesia. “Science for peace and innovation for prosperity” merupakan semboyan yang diusung kedua lembaga, dan ia menambahkan, “Kami percaya kerja sama Indonesia‑CERN akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing ilmu pengetahuan Indonesia.”

Kesepakatan ICA memberikan kerangka hukum yang memungkinkan peneliti, mahasiswa, dan institusi Indonesia mengakses fasilitas CERN, termasuk program beasiswa, pertukaran peneliti, serta partisipasi dalam proyek eksperimental LHC. Kementerian Luar Negeri akan memimpin pengawalan protokol turunan ICA untuk memastikan kepentingan nasional terakomodasi secara optimal.

Baca juga:

Dengan penandatanganan ini, Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam diplomasi sains, menghubungkan agenda nasional dengan standar internasional. Akses ke infrastruktur CERN diharapkan mempercepat pengembangan teknologi tinggi, memperluas basis pengetahuan ilmiah, dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin bagi generasi peneliti muda.

Ke depan, BRIN berencana meluncurkan program pelatihan intensif dan beasiswa khusus bagi mahasiswa fisika dan teknik yang ingin bergabung dengan eksperimen CERN. Langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia serta memberikan kontribusi signifikan pada proyek-proyek riset global.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *