Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Ilmuwan Ungkap Vitamin Panjang Umur pada Tempe: Queuosine dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ilmuwan Ungkap Vitamin Panjang Umur pada Tempe: Queuosine dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ilmuwan Ungkap Vitamin Panjang Umur pada Tempe: Queuosine dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Ilmuwan Ungkap Vitamin Panjang Umur pada Tempe: Queuosine dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Media Pendidikan – 27 April 2026 | Tim peneliti dari Universitas Florida bekerja sama dengan Trinity College Dublin mengumumkan temuan penting mengenai kandungan “vitamin panjang umur” dalam tempe. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini menjawab kebingungan selama tiga puluh tahun tentang peran nutrisi pada makanan fermentasi.

Para ilmuwan mengidentifikasi gen SLC35F2 yang berperan dalam transportasi queuosine, sebuah senyawa mirip vitamin yang hanya diproduksi oleh bakteri. Queuosine ditemukan dalam berbagai makanan fermentasi, termasuk tempe, kefir, sauerkraut, dan kimchi. Menurut Vincent P. Kelly, PhD, salah satu penulis studi dan profesor di Sekolah Biokimia dan Imunologi Trinity College Dublin, “Yang unik dari queuosine adalah senyawa ini hanya dapat diproduksi oleh bakteri.”

Baca juga:

Studi tersebut menjelaskan bahwa queuosine berperan penting dalam proses sintesis molekul yang mendukung produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang berhubungan dengan suasana hati dan fungsi kognitif. Selain itu, penelitian menunjukkan potensi queuosine dalam meningkatkan memori serta berperan sebagai agen anti‑kanker melalui mekanisme yang masih diteliti lebih lanjut.

Para peneliti menekankan bahwa manusia, ikan, jamur, dan tumbuhan tidak mampu memproduksi queuosine secara mandiri. Oleh karena itu, asupan makanan yang mengandung bakteri penghasil queuosine menjadi krusial untuk menjaga kesehatan usus dan sistem saraf. Sandra Zhang, RDN dari Frances Stern Nutrition Center di Tufts Medical Center, menambahkan bahwa konsumsi rutin makanan fermentasi dapat meningkatkan kadar queuosine dalam tubuh.

Baca juga:

Tempe, sebagai sumber protein nabati yang populer di Indonesia, menjadi fokus utama karena kandungan bakteri tempe yang kaya akan queuosine. Praktik kuliner sederhana seperti menumis tempe, mengolahnya menjadi kudapan, atau mencampurnya dalam salad dapat menjadi cara efektif untuk memperoleh manfaat vitamin panjang umur ini.

Selain tempe, rekomendasi diet juga mencakup kefir dalam smoothie pagi, yogurt sebagai saus salad, atau kimchi sebagai pelengkap nasi dan sandwich. Kombinasi makanan fermentasi ini tidak hanya menambah variasi rasa, tetapi juga mendukung ekosistem mikrobioma usus yang sehat.

Baca juga:

Penelitian ini membuka peluang bagi pengembangan terapi berbasis queuosine, terutama dalam bidang neurokognitif dan onkologi. Dengan pemahaman lebih dalam mengenai gen SLC35F2, para ilmuwan berharap dapat merancang suplemen atau obat yang memanfaatkan mekanisme alami tubuh untuk meningkatkan kualitas hidup.

Kesimpulannya, temuan ini menegaskan peran penting tempe dan makanan fermentasi lainnya dalam menyediakan vitamin panjang umur yang esensial bagi kesehatan otak, mood, dan pencegahan penyakit. Masyarakat diharapkan dapat mengintegrasikan makanan ini dalam pola makan sehari‑hari untuk memanfaatkan manfaat nutrisi yang selama ini tersembunyi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *