Media Pendidikan – 14 April 2026 | Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali menegaskan peringatan serius terkait praktik orang tua yang mengajak anak berusia batita atau balita untuk melakukan pendakian gunung. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari ini, IDAI menolak keras rekomendasi tersebut dan menyoroti risiko fatal yang dapat mengancam keselamatan serta kesehatan si kecil.
“Kami tidak merekomendasikan orang tua membawa anak, khususnya batita dan balita, ke aktivitas ekstrem seperti pendakian gunung,” ujar juru bicara IDAI dalam pernyataan tersebut. Ia menambahkan bahwa bahkan bagi orang dewasa yang sudah terbiasa mendaki, risiko tetap tinggi, sehingga bagi anak kecil risiko tersebut menjadi jauh lebih berbahaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus kecelakaan pendakian yang melibatkan anak-anak kecil dilaporkan di media. Meskipun data resmi masih terbatas, IDAI menekankan bahwa insiden tersebut menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Anak-anak yang belum dapat berkomunikasi secara efektif tentang rasa lelah atau ketidaknyamanan dapat mengalami kelelahan berlebih tanpa diketahui orang tua.
Selain faktor fisik, IDAI juga mengingatkan tentang dampak psikologis. Paparan lingkungan yang menakutkan dan situasi yang tidak familiar dapat menimbulkan trauma pada anak, yang berpotensi memengaruhi perkembangan emosionalnya di masa depan.
Untuk mengurangi risiko, IDAI menyarankan alternatif kegiatan yang lebih aman dan sesuai dengan usia. Misalnya, menjelajahi taman kota, melakukan aktivitas edukatif di alam terbuka yang memiliki fasilitas lengkap, atau mengikuti program rekreasi yang dipandu oleh tenaga profesional anak.
Beberapa rekomendasi praktis yang diberikan meliputi:
- Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
- Hindari membawa anak ke area dengan suhu ekstrem atau kondisi cuaca yang tidak menentu.
- Selalu siapkan perlengkapan keselamatan dasar, seperti pakaian hangat, penutup kepala, dan botol air yang mudah diakses.
- Perhatikan tanda-tanda kelelahan, muntah, atau perubahan perilaku yang dapat menjadi indikasi masalah kesehatan.
IDAI juga menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua. Mengedukasi tentang tanda bahaya, cara penanganan pertama, dan pentingnya konsultasi medis sebelum merencanakan kegiatan luar ruangan dapat menjadi langkah preventif yang signifikan.
Dengan peringatan ini, IDAI berharap para orang tua dapat lebih bijak dalam menilai kemampuan fisik dan emosional anak sebelum mengajak mereka ke medan yang menantang. Keputusan untuk menunda atau menghindari pendakian bersama batita tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman.
Ke depan, IDAI berjanji akan terus memantau situasi dan memperkuat kampanye keselamatan anak, termasuk mengeluarkan panduan tertulis yang dapat diakses oleh publik.


Komentar