Daerah
Beranda » Berita » Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Perbukitan Terjal Sekadau, Kalimantan Barat

Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Perbukitan Terjal Sekadau, Kalimantan Barat

Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Perbukitan Terjal Sekadau, Kalimantan Barat
Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Perbukitan Terjal Sekadau, Kalimantan Barat

Media Pendidikan – 16 April 2026 | Basarnas mengonfirmasi bahwa helikopter milik PK‑CFX kehilangan sinyal pada pukul 08.39 WIB, tepat lima menit setelah lepas landas dari wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kejadian ini terjadi di wilayah perbukitan yang dikenal memiliki medan yang sangat curam dan vegetasi lebat, menambah tantangan bagi tim pencarian.

Wilayah Sekadau terletak di bagian barat Pulau Kalimantan, didominasi oleh hutan tropis dan lereng bukit yang terjal. Topografi yang tidak rata serta curah hujan tinggi pada musim ini seringkali menyulitkan operasi penyelamatan udara. Kondisi geografis tersebut menjadi faktor penting yang dipertimbangkan dalam perencanaan pencarian, karena akses darat terbatas dan visibilitas udara dapat terpengaruh oleh awan rendah.

Baca juga:

Tim Basarnas melaporkan bahwa pencarian telah dilakukan secara simultan dari udara dan darat. Pesawat pemantau dilengkapi dengan peralatan radar dan kamera termal untuk mengidentifikasi jejak panas di area hutan. Sementara itu, unit helikopter lain dikerahkan untuk meninjau zona yang diperkirakan menjadi titik terakhir kontak. Di darat, pasukan TNI dan Polri menelusuri jalur pendakian serta menggerakkan relawan lokal yang familiar dengan medan.

Seorang juru bicara Basarnas menyatakan, “Helikopter PK‑CFX hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, lima menit setelah lepas landas, dan kami telah mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan keberadaannya secepat mungkin.” Pernyataan ini menegaskan komitmen penuh lembaga dalam menanggapi insiden dengan prioritas tinggi.

Baca juga:

Data yang tersedia menunjukkan bahwa helikopter tersebut berangkat dari bandara kecil di Sekadau pada pukul 08.34 WIB. Jarak tempuh dalam lima menit pertama diperkirakan tidak melebihi 15 kilometer, mengingat kecepatan rata‑rata helikopter jenis ini. Oleh karena itu, area pencarian utama difokuskan pada zona seluas kurang lebih 30 kilometer persegi di sekitar titik lepas landas, dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan arah akibat kondisi cuaca.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan material yang terdeteksi. Basarnas terus memperbarui informasi secara berkala, menunggu hasil analisis data radar dan temuan lapangan. Masyarakat diminta untuk tidak menyebar rumor dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Upaya pencarian diperkirakan akan berlanjut selama 24‑48 jam ke depan, dengan kemungkinan melibatkan unit SAR internasional bila diperlukan.

Baca juga:

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *