Media Pendidikan – 17 Mei 2026 | Kenaikan harga avtur yang terjadi setelah konflik Iran memicu lonjakan harga minyak dunia diperkirakan masih berlanjut. Banyak maskapai berada dalam posisi sulit karena harus menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tekanan biaya operasional yang melonjak. Industri maskapai memiliki marjin keuntungan yang sangat tipis, sehingga sangat bergantung pada volume penumpang dan perputaran bisnis.
Pengamat Aviasi, Alvin Lie, menilai bahwa kenaikan harga tiket menjadi pilihan maskapai untuk bertahan hidup. Ia menjelaskan bahwa harga avtur saat ini telah meningkat hampir 100% dibandingkan level sebelum konflik Iran. Dalam struktur biaya maskapai, bahan bakar menyumbang sekitar 35% hingga 40% dari total biaya operasional penerbangan.
“Dengan kenaikan biaya operasi yang sangat besar seperti itu, jika tidak naikkan harga tiket, bagaimana airlines bisa bertahan hidup?” ujarnya. Alvin menekankan kebijakan fuel surcharge bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara juga menerapkan kebijakan serupa, bahkan beberapa maskapai di negara lain mulai mengurangi frekuensi penerbangan hingga menutup rute yang dinilai sudah tidak layak secara ekonomi.


Komentar