Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | Harga minyak mentah Brent mengalami rebound seiring kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan energi global akibat eskalasi militer di Selat Hormuz. Bentrokan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
“Kenaikan harga minyak ini merupakan reaksi pasar terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” kata seorang analis energi. Harga minyak mentah Brent telah meningkat sebesar 2% dalam beberapa hari terakhir.
Wilayah Selat Hormuz merupakan jalur penting untuk ekspor minyak mentah, dan bentrokan antara AS dan Iran dapat mempengaruhi pasokan minyak dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak telah dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik, termasuk ketegangan antara negara-negara Timur Tengah.
Data menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent telah meningkat sebesar 10% dalam beberapa bulan terakhir, dengan harga rata-rata sebesar $65 per barel.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ketegangan antara AS dan Iran masih berlanjut, sehingga harga minyak dapat terus mengalami fluktuasi.


Komentar