Ekonomi
Beranda » Berita » Harga Komoditas Naik Turun: Minyak Mentah dan CPO Menguat, Batu Bara Melemah

Harga Komoditas Naik Turun: Minyak Mentah dan CPO Menguat, Batu Bara Melemah

Harga Komoditas Naik Turun: Minyak Mentah dan CPO Menguat, Batu Bara Melemah
Harga Komoditas Naik Turun: Minyak Mentah dan CPO Menguat, Batu Bara Melemah

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Harga komoditas pada perdagangan awal Kamis, 7 Mei 2024, menunjukkan pola berlawanan: minyak mentah dan minyak kelapa sawit (CPO) mengalami kenaikan, sementara batu bara turun. Pergerakan ini dipicu oleh spekulasi terkait prospek kesepakatan damai di Timur Tengah serta dinamika permintaan regional.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,8 % menjadi USD 95,88 per barel pada pukul 22.23 GMT, menambah sekitar satu dolar dari penurunan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh keyakinan investor bahwa proses mediasi antara Amerika Serikat dan Iran akan menghasilkan memorandum damai yang mengakhiri konflik berlarut. Seorang analis pasar energi menyatakan, “Investor optimis kesepakatan damai di Timur Tengah dapat menstabilkan pasar energi,” menegaskan pengaruh geopolitik terhadap harga minyak.

Baca juga:

Sementara itu, harga Crude Palm Oil (CPO) juga menguat pada pembukaan Kamis, naik 0,26 % menjadi MYR 4.591 per ton, menurut data Barchart. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang tetap kuat dari pasar Asia, khususnya China dan India, yang mengonsumsi minyak sawit sebagai bahan baku utama dalam industri makanan dan kosmetik.

Berbeda dengan minyak, pasar batu bara menunjukkan penurunan. Berdasarkan ICE Newcastle, harga batu bara turun 1,75 % menjadi USD 132,05 per ton pada penutupan Rabu, 6 Mei. Penurunan ini dipengaruhi oleh surplus pasokan global serta berkurangnya permintaan energi berbasis batu bara di Eropa, yang semakin beralih ke sumber energi terbarukan.

Baca juga:

Data tambahan memperlihatkan pergerakan logam industri lain. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) menurun 2,26 % menjadi USD 19.199 per ton, sementara timah naik signifikan 8,22 % menjadi USD 53.808 per ton pada pembukaan Kamis. Meskipun tidak menjadi fokus utama, fluktuasi ini menambah gambaran kompleksitas pasar komoditas global.

Secara keseluruhan, pergerakan harga ini mencerminkan interaksi antara faktor geopolitik, dinamika penawaran‑permintaan, dan kebijakan energi masing‑masing negara. Jika kesepakatan damai di Timur Tengah tercapai, pasar minyak diperkirakan akan tetap stabil atau bahkan melanjutkan penguatannya. Namun, tekanan pada batu bara mungkin berlanjut mengingat tren dekarbonisasi dan persaingan energi terbarukan.

Baca juga:

Pengamat pasar menyarankan pelaku industri untuk memantau perkembangan diplomatik serta kebijakan energi nasional, karena keduanya akan menentukan arah harga komoditas dalam beberapa minggu ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *