Ekonomi
Beranda » Berita » Harga Komoditas Menguat: Minyak Mentah, CPO, dan Batu Bara Naik Tajam

Harga Komoditas Menguat: Minyak Mentah, CPO, dan Batu Bara Naik Tajam

Harga Komoditas Menguat: Minyak Mentah, CPO, dan Batu Bara Naik Tajam
Harga Komoditas Menguat: Minyak Mentah, CPO, dan Batu Bara Naik Tajam

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Harga komoditas mengalami lonjakan signifikan pada awal Mei 2024, dipicu oleh kenaikan tajam pada minyak mentah, minyak kelapa sawit (CPO), dan batu bara. Kenaikan tersebut terjadi setelah serangkaian insiden geopolitik di Timur Tengah dan laporan data pasar internasional.

Minyak Mentah

Penutupan perdagangan pada Senin 4 Mei menunjukkan harga minyak mentah kembali menguat. Kontrak berjangka Brent naik sebesar USD 6,27 atau 5,8 % menjadi USD 114,44 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat naik USD 4,48 atau 4,4 % menjadi USD 106,42 per barel. Lonjakan ini dikaitkan dengan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta pembakaran pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab.

Baca juga:

“Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak UEA,” kata seorang analis energi yang mengutip laporan Reuters. Kejadian tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak global, mendorong trader menambah posisi beli.

Di sisi lain, Angkatan Laut Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan enam perahu kecil Iran dan berhasil mencegat rudal jelajah serta drone yang diluncurkan untuk mengganggu upaya membuka jalur pelayaran. Tindakan militer tersebut menambah ketegangan, namun sekaligus menegaskan komitmen menjaga aliran minyak melalui selat strategis.

CPO

Data dari Barchart menunjukkan kontrak CPO bulan Juli mencatat kenaikan 0,17 % dan berakhir pada level MYR 4.663 per ton. Meskipun persentase kenaikan terlihat kecil, harga tersebut berada pada level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, mencerminkan permintaan kuat dari pasar Asia yang terus menyerap pasokan.

Baca juga:

Batu Bara

Pasar batu bara juga mengikuti jejak kenaikan. Harga batu bara berjangka Newcastle untuk kontrak Juli naik 1,01 % menjadi USD 139,90 per ton, menurut data Barchart yang sama. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan pasokan batu bara termal di beberapa wilayah dan peningkatan permintaan energi listrik di Asia.

Sementara itu, logam lain menunjukkan pergerakan berlawanan. Harga nikel di London Metal Exchange turun 0,53 % ke USD 19.365 per ton, menandakan tekanan penurunan pada logam non-ferrous. Sebaliknya, timah menguat 0,42 % dan berada pada level USD 49.423 per ton, menandakan diversifikasi minat investor di sektor logam.

Secara keseluruhan, tren naik pada minyak mentah, CPO, dan batu bara menandakan sentimen bullish yang kuat di pasar komoditas global. Faktor geopolitik, khususnya ketegangan di Selat Hormuz, serta data penawaran‑permintaan regional menjadi pendorong utama pergerakan harga.

Baca juga:

Para analis memperkirakan bahwa volatilitas tetap tinggi selama beberapa minggu ke depan, mengingat kemungkinan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah serta kebijakan produksi OPEC+. Investor disarankan memantau perkembangan diplomatik dan laporan produksi untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *