Ekonomi
Beranda » Berita » Blue Bird Cetak Pendapatan Rp 1,45 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 11,6% Berkat Digitalisasi dan Kendaraan Listrik

Blue Bird Cetak Pendapatan Rp 1,45 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 11,6% Berkat Digitalisasi dan Kendaraan Listrik

Blue Bird Cetak Pendapatan Rp 1,45 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 11,6% Berkat Digitalisasi dan Kendaraan Listrik
Blue Bird Cetak Pendapatan Rp 1,45 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 11,6% Berkat Digitalisasi dan Kendaraan Listrik

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Jakarta, 4 Mei 2026 – Blue Bird Tbk (BIRD) melaporkan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, menunjukkan peningkatan sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh adopsi layanan digital MyBluebird serta ekspansi armada kendaraan listrik.

Dalam laporan keuangan kuartal I, perusahaan menegaskan bahwa strategi digitalisasi dan transisi ke kendaraan listrik menjadi pilar utama pertumbuhan. Layanan MyBluebird, yang memungkinkan pemesanan dan pembayaran secara online, mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi, memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan.

Baca juga:

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Selain digitalisasi, ekspansi kendaraan listrik memperluas basis pelanggan yang peduli lingkungan. Blue Bird menambahkan lebih dari 200 unit kendaraan listrik ke dalam armadanya, meningkatkan pangsa pasar di segmen transportasi berkelanjutan. Kombinasi antara layanan digital yang memudahkan akses dan armada ramah lingkungan menciptakan sinergi yang memperkuat posisi perusahaan di industri taksi nasional.

Direktur Utama Blue Bird, dalam konferensi pers, menegaskan optimismenya: “Kami optimis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi digital dan kendaraan listrik,” ia menambahkan bahwa strategi ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan efisiensi operasional.

Baca juga:

Data internal menunjukkan bahwa transaksi melalui MyBluebird meningkat sebesar 18 persen pada kuartal pertama, sementara rata-rata pendapatan per kendaraan listrik mencapai Rp 12 juta, lebih tinggi dibandingkan armada konvensional. Hal ini menandakan bahwa konsumen semakin menyukai layanan yang mengintegrasikan teknologi dan keberlanjutan.

Blue Bird juga mencatat bahwa pendapatan dari layanan premium, seperti Blue Bird Plus, mengalami pertumbuhan stabil, mendukung diversifikasi sumber pendapatan perusahaan. Seluruh faktor ini berkontribusi pada pencapaian pendapatan Rp 1,45 triliun, menegaskan keberhasilan strategi jangka panjang perusahaan.

Baca juga:

Ke depan, perusahaan berencana memperluas jaringan MyBluebird ke kota-kota tier-2 dan menambah lebih dari 500 kendaraan listrik pada akhir tahun 2026. Target ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendukung elektrifikasi transportasi dan pengurangan emisi karbon.

Dengan pencapaian ini, Blue Bird menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin pasar taksi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *