Nasional
Beranda » Berita » Banjir KRL di Jalur Stasiun Kebayoran‑Pondok Ranji: Layanan Terhenti dan Penumpang Menunggu Lama

Banjir KRL di Jalur Stasiun Kebayoran‑Pondok Ranji: Layanan Terhenti dan Penumpang Menunggu Lama

Banjir KRL di Jalur Stasiun Kebayoran‑Pondok Ranji: Layanan Terhenti dan Penumpang Menunggu Lama
Banjir KRL di Jalur Stasiun Kebayoran‑Pondok Ranji: Layanan Terhenti dan Penumpang Menunggu Lama

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Hujan deras pada Senin sore, 4 Mei 2024, menyebabkan genangan air di antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji, jalur kereta komuter KRL di Jakarta. Akibatnya, layanan Commuter Line tidak dapat melintas, memaksa ribuan penumpang menunggu di stasiun terdekat seperti Manggarai.

KAI Commuter mengonfirmasi adanya banjir pada jalur tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna. “Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan. Tetap utamakan keselamatan dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujar perwakilan KAI Commuter dalam pernyataan resmi.

Baca juga:

Genangan air yang terbentuk diperkirakan mencapai setinggi lutut pada bagian rel, sehingga tidak aman untuk operasi kereta. Pihak teknisi sedang melakukan pengerukan dan pemasangan pompa untuk mengurangi volume air, namun proses tersebut diperkirakan memakan waktu beberapa jam.

Sebelum banjir ini, jalur yang sama juga mengalami gangguan listrik aliran atas akibat sambaran petir pada area Jurangmangu‑Pondok Ranji. Gangguan tersebut memaksa beberapa kereta mengubah rute dan beroperasi secara bergantian pada satu jalur. Menurut informasi KAI Commuter, gangguan listrik telah selesai ditangani, namun kondisi banjir masih menjadi kendala utama.

Data operasional menunjukkan bahwa pada jam sibuk pagi, lebih dari 20.000 penumpang biasanya menggunakan rute Kebayoran‑Pondok Ranji. Dengan layanan terhenti, kepadatan penumpang di stasiun alternatif meningkat hingga 35 % dibandingkan rata‑rata harian.

Baca juga:

Petugas lapangan menyiapkan jalur evakuasi darurat dan menyediakan transportasi alternatif berupa bus shuttle ke stasiun‑stasiun terdekat. “Kami berupaya meminimalisir dampak pada mobilitas penumpang, namun prioritas utama tetap keselamatan,” tambah petugas.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban luka akibat banjir, namun beberapa penumpang melaporkan pengalaman menunggu hingga lebih dari satu jam di platform yang basah. KAI Commuter menjanjikan akan memulihkan layanan secepat mungkin setelah kondisi air aman untuk dilalui.

Pengamat transportasi memperkirakan bahwa kejadian serupa dapat terjadi lagi selama musim hujan, mengingat sistem drainase di sepanjang rel masih belum optimal. Mereka menyarankan pemerintah daerah dan PT KAI untuk melakukan evaluasi infrastruktur serta memperkuat sistem peringatan dini.

Baca juga:

Dengan cuaca masih diprediksi berlanjut, pemantauan kondisi jalur akan terus dilakukan. KAI Commuter berjanji akan memberikan pembaruan secara berkala melalui media sosial dan aplikasi KAI Access.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *