Nasional
Beranda » Berita » Gus Rosikh Desak PBNU Kembali ke Pondok Pesantren pada Muktamar NU ke-35

Gus Rosikh Desak PBNU Kembali ke Pondok Pesantren pada Muktamar NU ke-35

Gus Rosikh Desak PBNU Kembali ke Pondok Pesantren pada Muktamar NU ke-35
Gus Rosikh Desak PBNU Kembali ke Pondok Pesantren pada Muktamar NU ke-35

Media Pendidikan – 28 April 2026 | Pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung pada 28 April 2026, tokoh senior Gus Rosikh menegaskan perlunya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali berakar pada lembaga pendidikan tradisional, yaitu pondok pesantren. Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian sidang yang mempertemukan para kader NU dari seluruh Indonesia.

Gus Rosikh menuturkan, “Saatnya mengembalikan PBNU ke pondok pesantren,” sambil menekankan bahwa struktur organisasi harus mencerminkan nilai-nilai keagamaan yang autentik. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan PBNU ke depan harus menonjolkan integritas, kapasitas keilmuan, serta komitmen kuat terhadap Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca juga:

Seruan tersebut muncul di tengah diskusi mengenai arah kebijakan internal NU, khususnya mengenai peran PBNU dalam menyalurkan pendidikan Islam yang berbasis tradisi. Gus Rosikh menegaskan bahwa pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, melainkan juga pusat pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan pada kejujuran serta pemahaman mendalam terhadap ajaran Islam.

Baca juga:

Dalam penutup sambutan, Gus Rosikh mengajak seluruh peserta Muktamar untuk bersama‑sama merumuskan strategi yang menempatkan pondok pesantren sebagai fondasi utama dalam pengelolaan PBNU. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar simbolik, melainkan upaya konkret untuk memperkuat identitas keagamaan dan meningkatkan kredibilitas lembaga di mata masyarakat luas.

Baca juga:

Dengan seruan tersebut, diharapkan agenda reformasi internal PBNU akan segera dijabarkan dalam rapat-rapat selanjutnya, serta menjadi titik tolak bagi penguatan peran pesantren dalam membentuk generasi Muslim yang berintegritas dan berpengetahuan luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *