Media Pendidikan – 26 Juni 2026 | Gula kelapa kristal atau gula semut asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berpeluang menguasai pasar dunia seiring meningkatnya permintaan global. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa dengan semakin luasnya akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional, gula kelapa atau gula semut Banyumas menjadi pemasok terbesar dunia.
"Mudah-mudahan gula kelapa atau gula semut Banyumas menjadi pemasok terbesar dunia. Ke depan, kalau ada hilirisasi tentu nilai tambahnya akan semakin tinggi," kata Budi Santoso saat melepas ekspor gula semut di halaman PT Integral Mulia Cipta (IMC), Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Banyumas.
Ekspor gula semut senilai USD 46.000 tersebut ditujukan ke Chicago, Amerika Serikat, dan menjadi bagian dari upaya perluasan pasar produk gula kelapa organik asal Banyumas. Mendag mengatakan, ekspor tersebut menunjukkan produk berbasis desa mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung peningkatan ekspor nasional.
"Produk-produk manufaktur padat karya seperti alas kaki, pakaian jadi, elektronik, termasuk gula semut, memiliki pasar yang besar di Amerika," katanya.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pelepasan ekspor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu sentra produksi gula kelapa terbesar di Indonesia.


Komentar