Media Pendidikan – 13 April 2026 | Sassuolo mengalami kekalahan 2-0 dari Genoa pada pertandingan Serie A yang digelar pada Kamis, 13 April 2026, di Stadio Luigi Ferraris, Genoa. Kekalahan tersebut memicu kekecewaan meluas di antara jajaran pelatih Fabio Grosso, yang secara terbuka mengkritik penampilan beberapa pemain, terutama gelandang muda asal Belanda, Jay Idzes.
Genoa membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui gol yang dikerjakan oleh forward mereka, sementara gol kedua tercipta pada menit ke-68 setelah serangan balik cepat. Sassuolo gagal menciptakan peluang signifikan, hanya menembakkan dua tembakan ke arah gawang dengan akurasi rendah. Statistik menunjukkan penguasaan bola Sassuolo berada di angka 48%, jauh di bawah Genoa yang menguasai 52%.
Pada konferensi pers pasca-pertandingan, Grosso tidak segan‑segan menyampaikan keluhannya. Ia berkata, “Saya mengharapkan lebih banyak gerakan, keputusan lebih cepat, dan kedisiplinan taktis yang lebih ketat, terutama dari para gelandang tengah. Jay Idzes harus lebih aktif dalam membantu lini pertahanan dan meningkatkan akurasi operannya.”
Idzes, yang baru bergabung dengan tim pada musim ini, tampak kebingungan dalam mengatur tempo permainan. Analisis visual memperlihatkan bahwa ia hanya berhasil melakukan tiga intersepsi dan lima umpan pendek, sementara tiga umpannya berakhir dengan kehilangan penguasaan. Kritikan Grosso menyoroti kurangnya kontribusi defensif Idzes serta kesulitan dalam menghubungkan serangan dengan lini depan.
Selain Idzes, beberapa rekan setimnya juga masuk dalam sorotan. Grosso menilai bahwa bek tengah dan bek sayap gagal menutup ruang secara konsisten, yang memungkinkan Genoa menguasai area pertahanan. “Kita harus memperbaiki transisi cepat antara pertahanan dan serangan, serta menambah intensitas pressing,” ungkapnya.
Dengan hasil ini, Sassuolo tetap berada di posisi ke‑10 klasemen Serie A dengan 32 poin dari 20 laga, selisih tiga poin dari Genoa yang berada di peringkat ke‑12 dengan 31 poin. Statistik tim menunjukkan rata‑rata tembakan per pertandingan hanya 8,5, di bawah rata‑rata liga yang mencapai 12,3.
Grosso menjanjikan perubahan taktik pada latihan intensif yang dijadwalkan selama akhir pekan ini. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kerja tim dalam fase penguasaan bola serta menambah variasi serangan melalui sayap. Tim akan kembali bertanding pada Sabtu, 20 April 2026, melawan Napoli, yang menempati peringkat ke‑5, menjadi ujian berat bagi perbaikan yang diharapkan.
Jika kritik konstruktif Grosso dapat diimplementasikan, Sassuolo berpotensi bangkit kembali dan bersaing di papan tengah. Namun, tekanan untuk memperbaiki performa akan terus meningkat menjelang sisa fase kompetisi.


Komentar