Media Pendidikan – 04 April 2026 | Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyampaikan perkembangan terbaru penyelidikan kasus pelecehan seksual yang terjadi di pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing pada konferensi pers yang digelar di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 3 April 2026. Menurut Yenny, Tim Pencari Fakta (TPF) internal FPTI terus aktif mengumpulkan bukti dan keterangan terkait dugaan tindakan kekerasan serta pelecehan seksual yang dilaporkan oleh lima atlet panjat tebing kepada Mabes Polri.
Tim Pencari Fakta Terus Menyidik
TPF yang dibentuk oleh federasi telah melakukan dua kali pemanggilan kepada terduga pelaku, mantan pelatih Hendra Basir. Kedua panggilan tersebut tidak dihadiri oleh Basir dengan alasan yang beragam, sehingga proses pemeriksaan internal tertunda. Yenny menegaskan bahwa federasi akan mengirimkan surat resmi panggilan ketiga untuk memberi kesempatan hak jawab sesuai mekanisme hukum internal organisasi.
“Kami selalu mengedepankan prosedur resmi melalui surat‑surat resmi. Hendra Basir telah menunjuk kuasa hukum, namun hingga kini belum memenuhi panggilan dua kali sebelumnya,” ujar Yenny. “Panggilan ketiga akan segera kami kirimkan agar proses internal dapat selesai selaras dengan proses hukum di luar organisasi.”
Koordinasi dengan Penegak Hukum
Berkenaan dengan proses hukum yang telah berjalan di kepolisian, Yenny menolak memberikan keterangan lebih lanjut karena hal tersebut berada di luar ranah wewenang FPTI. Ia menyerahkan pertanyaan terkait penyelidikan polisi kepada Bareskrim Polri. “Proses di polisi berjalan terpisah dan harus ditanyakan langsung kepada Bareskrim,” tegasnya.
FPTI menegaskan komitmen untuk menuntaskan kasus secara menyeluruh, baik melalui mekanisme internal maupun jalur hukum negara. Penanganan internal diharapkan dapat memberikan gambaran faktual yang kuat untuk mendukung proses hukum di kepolisian.
Dampak pada Mental Atlet dan Persiapan Kompetisi
Isu pelecehan seksual sempat mengguncang kondisi psikologis para atlet yang tengah menjalani latihan intensif menjelang World Climbing Asia Championship 2026 di Meishan, China. Federasi segera menyediakan pendampingan psikologis berkelanjutan bagi para atlet. “Alhamdulillah, setelah melalui masa sulit, mental atlet kini kembali on track dan dapat berlatih secara normal,” kata Yenny di Hotel Santika, Harapan Indah, Bekasi.
Atlet senior Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi menyatakan bahwa suasana tim telah kembali kondusif. Veddriq menegaskan fokusnya kini sepenuhnya pada kualifikasi Asian Games 2026, sementara Desak menilai kesiapan tim dalam menghadapi tantangan cuaca dan persaingan internasional.
Langkah Selanjutnya
FPTI akan menunggu respons atas panggilan ketiga kepada Hendra Basir. Jika Basir tetap mengabaikan, federasi siap melanjutkan proses internal dengan rekomendasi sanksi yang sesuai, sekaligus terus mendukung proses hukum yang sedang berlangsung di Bareskrim. Sementara itu, federasi berkomitmen memastikan lingkungan pelatnas tetap aman, transparan, dan mendukung prestasi atlet di level internasional.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi pengelolaan organisasi olahraga di Indonesia, menuntut sinergi antara lembaga internal dan aparat penegak hukum untuk melindungi hak atlet dan menegakkan keadilan.


Komentar