Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk periode 2026‑2030, menggantikan Plt. Ketua Umum Celerina Judisari. Pemilihan berlangsung pada Kongres IV BPI yang diselenggarakan di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, dari 10 hingga 12 April 2026.
Dalam pernyataan tertulisnya, Fauzan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pemangku kepentingan BPI. “Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia. Semoga perfilman Indonesia semakin maju,” ujarnya.
Program utama yang direncanakan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sinkronisasi kurikulum, program magang, serta penempatan talenta muda ke sekolah film terkemuka di luar negeri dan film lab internasional. Selain itu, BPI akan mengajukan revisi UU Perfilman bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, dengan tujuan memperkuat institusi, profesi, dukungan pemerintah, kepastian hukum, kemudahan investasi, dan perlindungan kebebasan berekspresi.
Agenda lain yang diusung meliputi gerakan anti‑pembajakan film, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, serta pelaksanaan fungsi BPI sesuai amanat Undang‑Undang Perfilman. Dalam Kongres yang dihadiri oleh 67 stakeholder, anggota Dewan Pengawas BPI juga dipilih, yaitu Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro.
Rencana Induk Pengembangan BPI dibahas secara mendalam, menjanjikan panduan strategis bagi ekosistem perfilman Indonesia hingga 2045. Dokumen tersebut mengacu pada RPJPN dan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan, mencakup pengembangan SDM, infrastruktur produksi, distribusi, promosi, serta kerangka regulasi yang inklusif dan kompetitif.
Fauzan Zidni dikenal sebagai produser film dan eksekutif media dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) periode 2016‑2019 dan menjadi Dewan Penasihat sejak 2019. Lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia, ia juga memperoleh gelar magister kebijakan publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore. Film‑film yang diproduksinya antara lain “What They Don’t Talk About When They Talk About Love”, “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak”, “Tukar Takdir”, dan “Perang Kota”. Sebelumnya, ia memimpin tim original content di The Walt Disney Company Indonesia pada 2022‑2024.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan BPI dapat memperkuat posisi industri film Indonesia di kancah global, sekaligus menumbuhkan ekosistem yang lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan.


Komentar