Nasional
Beranda » Berita » Fadly Alberto Minta Maaf Setelah Tendangan Kungfu, Proses Hukum Tetap Berjalan

Fadly Alberto Minta Maaf Setelah Tendangan Kungfu, Proses Hukum Tetap Berjalan

Fadly Alberto Minta Maaf Setelah Tendangan Kungfu, Proses Hukum Tetap Berjalan
Fadly Alberto Minta Maaf Setelah Tendangan Kungfu, Proses Hukum Tetap Berjalan
Daftar Isi

Media Pendidikan – 21 April 2026 | Jakarta, JPNN.com – Pesepak bola Fadly Alberto mengajukan permohonan maaf secara terbuka setelah melakukan aksi tendangan yang tidak terpuji pada ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/26. Insiden terjadi pada pertandingan yang mempertemukan dua tim junior, dan menimbulkan sorotan luas dari media serta penonton.

Aksi yang dituduhkan sebagai tendangan bergaya kungfu itu muncul di menit-menit akhir pertandingan, ketika Fadly terlibat dalam duel fisik dengan lawan. Gerakan tersebut tidak hanya melanggar tata cara bermain, tetapi juga dianggap mengancam keselamatan pemain lain. Wasit menghentikan permainan seketika, dan pelatih tim segera memanggil pemain ke ruang ganti untuk evaluasi.

Baca juga:

Kronologi Insiden

Setelah whistle pertama kali ditiup, Fadly mencoba menghalau tekanan lawan dengan langkah yang berlebihan. Alih-alih melakukan tackle standar, ia melompat dan menendang lawan dengan cara yang menyerupai gerakan seni bela diri. Kejadian itu terekam kamera lapangan, lalu disebarkan melalui platform media sosial, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola muda.

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan, Fadly mengakui kesalahannya dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sportivitas yang ia junjung. “Saya menyesal atas tindakan tersebut, dan saya sungguh‑sungguh meminta maaf kepada rekan satu tim, lawan, serta penonton yang merasa kecewa,” ujar Fadly Alberto dengan nada penuh penyesalan.

Baca juga:

Selain permohonan maaf, Fadnya juga menegaskan komitmennya untuk belajar dari insiden ini. Ia menambahkan, “Saya akan memperbaiki perilaku di lapangan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.” Pernyataan ini disampaikan secara langsung di ruang ganti, kemudian disiarkan oleh jaringan televisi lokal.

Berkenaan dengan konsekuensi hukum, Komisi Disiplin Sepak Bola Indonesia (KDISI) telah membuka penyelidikan resmi. Sementara itu, pihak kepolisian juga mengusut dugaan pelanggaran hukum pidana ringan yang dapat dikenakan pada aksi yang mengancam fisik pemain lain. Kedua lembaga tersebut menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan dan akan berakhir setelah seluruh bukti dipertimbangkan.

Baca juga:

Reaksi klub tempat Fadly berlabuh cukup tegas. Manajer tim menegaskan bahwa pemain akan menerima sanksi disiplin internal, termasuk kemungkinan skorsing selama beberapa pertandingan. Di sisi lain, sebagian suporter mengekspresikan kekecewaan sekaligus harapan agar pemain muda tersebut dapat memperbaiki diri. Beberapa tokoh olahraga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh peserta EPA dalam menegakkan nilai sportivitas.

Kasus ini kini berada pada tahap finalisasi, dengan keputusan akhir dari KDISI dan penegak hukum diharapkan akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan. Selama proses tersebut, Fadly Alberto tetap menjalani latihan bersama timnya, sambil menunggu keputusan yang dapat memengaruhi kariernya di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *