Daerah
Beranda » Berita » Energi Terbarukan dan Ruang Bicara Warga di Dusun Kedungrong

Energi Terbarukan dan Ruang Bicara Warga di Dusun Kedungrong

Energi Terbarukan dan Ruang Bicara Warga di Dusun Kedungrong
Energi Terbarukan dan Ruang Bicara Warga di Dusun Kedungrong

Media Pendidikan – 30 Juni 2026 | Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Dusun Kedungrong, Desa Purwoharjo, Kabupaten Kulon Progo DI Yogyakarta menarik kembali ingatan penulis pada peristiwa sekitar sepuluh tahun lalu. Saat itu, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) diterima dengan hangat oleh masyarakat Kedungrong untuk melakukan riset sosial terkait pemberdayaan warga dalam upaya optimalisasi pemanfaatan PLTMH yang ada di dusun tersebut sejak tahun 2012.

Riset yang didukung oleh dana hibah dari British Council tersebut berangkat dari pertanyaan sederhana namun penting: bagaimana teknologi energi terbarukan dapat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat? Apa mimpi warga dusun dengan adanya PLTMH di lingkungan mereka?

Baca juga:

Penelitian tim dosen FISIP UAJY pada tahun 2016–2018 di Dusun Kedungrong (dan beberapa dusun lain yang memiliki potensi PLTMH) menemukan bahwa pemerintah kabupaten dan provinsi banyak berfokus pada aspek teknis terkait pembangunan dan pemeliharaan PLTMH, sedangkan aspek sosial cenderung kurang mendapatkan sentuhan yang memadai.

Baca juga:

Metode appreciative inquiry menjadi relevan dalam konteks Dusun Kedungrong. Pendekatan ini tidak dimulai dengan metode klasik yaitu mengidentifikasi daftar masalah di komunitas. Alih-alih terjebak pada masalah, warga dusun justru diajak untuk mengidentifikasi pengalaman baik warga yang selama ini sudah terjadi.

Baca juga:

Karena itu, komunikasi pemerintah tidak cukup berhenti pada sosialisasi. Canel dan Luoma-aho (2019) menempatkan komunikasi pemerintah sebagai proses membangun relasi antara negara dan warga. Dalam proyek berbasis komunitas, pemerintah perlu hadir sebagai fasilitator.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *