Nasional
Beranda » Berita » Empat Pekerja Proyek TB Simatupang Tewas Akibat Tak Pakai APD, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Empat Pekerja Proyek TB Simatupang Tewas Akibat Tak Pakai APD, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Empat Pekerja Proyek TB Simatupang Tewas Akibat Tak Pakai APD, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Empat Pekerja Proyek TB Simatupang Tewas Akibat Tak Pakai APD, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Media Pendidikan – 08 April 2026 | Tim penyelamat menemukan empat jenazah pekerja konstruksi pada pukul 06.30 WIB di area penampungan air proyek pembangunan gedung TB Simatupang, sebuah kawasan mixed‑use yang terletak di Jakarta Selatan. Kejadian ini terjadi pada Senin 7 April 2026 dan langsung memicu penyelidikan kepolisian setempat serta kepanikan di antara pekerja yang berada di lokasi.

Saksi mata yang berada di sekitar lokasi melaporkan bahwa para korban sedang melakukan pekerjaan pembersihan di tepi tangki penampungan air ketika mereka secara tak terduga terjatuh ke dalam kolam yang memiliki kedalaman sekitar satu setengah meter. Saat jasad diangkat, petugas medis mencatat bahwa tidak ada perlengkapan keselamatan pribadi (APD) yang terpasang pada tubuh korban, termasuk helm, sepatu keselamatan, sarung tangan, maupun pelindung mata. Kondisi air yang keruh dan kurang penerangan turut memperparah situasi.

Baca juga:

Polisi menanggapi temuan ini dengan menegaskan bahwa kelalaian penggunaan APD merupakan faktor utama yang memperparah dampak kecelakaan. Brigadir Polisi Brimob Dwi Prasetyo menyatakan, “Kami masih mengumpulkan bukti, namun indikasi awal menunjukkan bahwa tidak adanya perlindungan diri meningkatkan risiko cedera fatal pada korban.” Penyidikan melibatkan tim forensik, unit Kamtibmas, serta Inspektorat Ketenagakerjaan, yang akan memeriksa catatan kehadiran, jadwal kerja, dan prosedur keselamatan yang diterapkan di lokasi.

Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 Tahun 2018 menekankan keharusan penggunaan APD pada setiap lokasi kerja konstruksi. Kegagalan mematuhi regulasi tersebut dapat mengakibatkan sanksi administratif, denda, hingga pidana bagi pelaku usaha. Data Kementerian Tenaga Kerja mencatat bahwa pada tahun 2025 terdapat 1.200 kecelakaan kerja di sektor konstruksi, dengan 15 persen di antaranya berujung pada kematian karena tidak memakai APD.

Baca juga:

Pihak kontraktor proyek, PT Graha Nusantara, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan duka cita mendalam serta komitmen untuk meningkatkan standar keselamatan. Juru bicara perusahaan, Budi Santoso, menegaskan, “Kami akan melakukan audit internal menyeluruh, menambah pelatihan keselamatan, dan memastikan seluruh pekerja memakai APD secara konsisten. Selain itu, kami akan meninjau kembali prosedur kerja di area basah dan menambah pengawasan lapangan.” Sebelumnya, proyek TB Simatupang dilaporkan memiliki catatan keselamatan yang relatif baik, namun insiden ini mengungkap celah kritis dalam implementasi kebijakan.

Serikat pekerja konstruksi, Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI), menuntut adanya tindakan tegas terhadap manajemen proyek. Ketua SBKI, Ahmad Fauzi, menambahkan, “Kejadian ini menunjukkan masihnya budaya keselamatan yang lemah. Kami menuntut penalti bagi pihak yang melanggar, peningkatan inspeksi rutin, dan perlindungan lebih bagi pekerja lapangan, termasuk jaminan asuransi kecelakaan yang memadai.” Selain serikat, warga sekitar dan pengguna media sosial turut mengungkapkan keprihatinan, menyoroti perlunya penegakan hukum yang konsisten di seluruh proyek pembangunan kota.

Baca juga:

Kasus empat pekerja tewas di TB Simatupang menjadi pengingat keras bagi seluruh sektor konstruksi di Indonesia bahwa kepatuhan terhadap protokol keselamatan bukan sekadar formalitas, melainkan faktor penentu nyawa manusia. Penyelidikan akan terus berlanjut, dan hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar revisi kebijakan, peningkatan pengawasan, serta edukasi berkelanjutan bagi para pekerja. Harapan besar kini terletak pada kemampuan regulator dan pelaku industri untuk mengubah tragedi ini menjadi pelajaran yang mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *