Internasional
Beranda » Berita » Elektrifikasi Kereta Api Dorong Kenaikan 401 Juta Perjalanan Urban

Elektrifikasi Kereta Api Dorong Kenaikan 401 Juta Perjalanan Urban

Elektrifikasi Kereta Api Dorong Kenaikan 401 Juta Perjalanan Urban
Elektrifikasi Kereta Api Dorong Kenaikan 401 Juta Perjalanan Urban

Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) tercatat meningkat signifikan menjadi 401 juta perjalanan pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan 140 juta perjalanan masyarakat urban dalam kurun sepuluh tahun. Total mobilitas harian kereta api perkotaan juga melonjak dari 881 menjadi 1.063 perjalanan setiap hari.

Penguatan sistem tenaga listrik menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas operasional pada lintas trafik padat. Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan peran penting sistem elektrifikasi. "Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah. Penguatan elektrifikasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan operasional perjalanan, mendukung sistem persinyalan, serta memastikan perjalanan KRL tetap berjalan aman dan andal di lintas dengan trafik yang semakin padat," ujar Anne dalam keterangannya.

Baca juga:

Lintas Bogor mencatat frekuensi tertinggi dengan 299 perjalanan kereta api yang beroperasi pada setiap harinya. Jalur Bekasi dan Serpong menyusul dengan masing-masing melayani sebanyak 232 serta 204 perjalanan harian rutin. Wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) mendominasi pergerakan urban dengan total 349,3 juta perjalanan.

Baca juga:

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan transportasi rel adalah tulang punggung mobilitas. Ia menyatakan pembangunan sistem elektrifikasi merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk efisiensi perjalanan seluruh masyarakat. "Transportasi berbasis rel saat ini berkembang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Karena itu, pembangunan elektrifikasi perlu dipandang sebagai penguatan sistem transportasi jangka panjang untuk menjaga kapasitas layanan, mendukung efisiensi perjalanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas konektivitas kawasan urban," kata Wisnu.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *