Media Pendidikan – 24 Juni 2026 | Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa Rusia masih siap mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina. Namun, dia menilai bahwa perdamaian hanya bisa terwujud jika sejumlah kepentingan keamanan Moskow diakomodasi.
Tolchenov mengatakan bahwa Rusia menginginkan Ukraina tidak menjadi anggota NATO, mempertahankan status non-blok dan non-nuklir, serta menjamin hak-hak kelompok minoritas, termasuk warga berbahasa Rusia.
Ia juga menegaskan bahwa isu wilayah harus menjadi bagian dari perundingan damai, termasuk lima wilayah di Ukraina selatan dan timur yang saat ini diduduki atau diklaim sebagai bagian dari Federasi Rusia. Tolchenov menyatakan bahwa ‘Tidak ada lagi pertanyaan mengenai Krimea, Kherson, Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.’
Tolchenov juga mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina sebenarnya hampir mencapai kesepakatan damai pada awal perang pada 2022. Menurutnya, kedua pihak telah menyusun rancangan perjanjian yang bahkan sudah diparaf oleh tim perunding masing-masing.
Tolchenov menuding mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjadi salah satu pihak yang menggagalkan proses tersebut. ‘Karena posisi Barat, khususnya Perdana Menteri Inggris saat itu Boris Johnson, yang membujuk Ukraina untuk melanjutkan perang, hal itu (kesepakatan damai) tidak terjadi,’ ungkapnya.
Tolchenov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tetap membuka pintu dialog langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. ‘Presiden Putin siap bertemu Zelensky jika Zelensky datang ke Moskow. Tidak ada masalah, kami siap berdialog dalam bentuk apa pun,’ katanya.


Komentar