Daerah
Beranda » Berita » Dua Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Penyebab Tambahan Kelainan Jantung dan Gizi Buruk

Dua Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Penyebab Tambahan Kelainan Jantung dan Gizi Buruk

Dua Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Penyebab Tambahan Kelainan Jantung dan Gizi Buruk
Dua Balita di Cirebon Meninggal Akibat Campak, Penyebab Tambahan Kelainan Jantung dan Gizi Buruk

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dua anak balita meninggal dunia akibat komplikasi campak pada minggu lalu. Kedua korban, yang berusia di bawah lima tahun, diketahui juga menderita kelainan jantung bawaan serta kondisi gizi buruk, yang memperparah dampak infeksi virus tersebut.

Kasus ini pertama kali terdeteksi ketika kedua anak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cirebon dengan gejala demam tinggi, ruam kulit, dan kesulitan bernafas. Tim medis menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian adalah komplikasi campak, namun dokter menambahkan bahwa faktor pemberat berupa kelainan jantung kongenital dan status gizi yang tidak memadai mempercepat kerusakan organ vital.

Baca juga:

“Kami menekankan pentingnya vaksinasi measles secara lengkap untuk melindungi anak-anak, terutama yang memiliki kondisi kesehatan yang rentan,” ujar Dr. Ahmad Fauzi, Kepala Bagian Pediatri RSUD Cirebon. “Selain itu, perawatan gizi yang baik dan deteksi dini kelainan jantung dapat mengurangi risiko komplikasi fatal pada kasus campak.”

Balita yang pertama, bernama Rani (3 tahun), diketahui memiliki kelainan katup jantung yang belum ditangani secara optimal. Ia juga berada dalam status gizi buruk, yang terdeteksi melalui pengukuran berat badan yang jauh di bawah standar usianya. Balita kedua, bernama Dedi (4 tahun), memiliki kelainan septum ventrikel dan juga mengalami kekurangan gizi. Kedua anak tersebut telah menerima vaksin campak pada usia satu tahun, namun tidak mendapatkan dosis booster yang disarankan pada usia 4-6 tahun.

Baca juga:

Kondisi kesehatan yang rapuh pada kedua korban menyoroti tantangan ganda yang dihadapi masyarakat Cirebon dalam upaya pencegahan penyakit menular. Menurut data internal Dinas Kesehatan, daerah ini masih memiliki tingkat cakupan imunisasi yang belum mencapai target nasional, khususnya pada dosis booster measles. Selain itu, kasus gizi buruk pada balita tetap menjadi masalah kronis di beberapa wilayah perkotaan dan pedesaan.

Petugas kesehatan setempat kini menggencarkan program penyuluhan imunisasi dan pemeriksaan gizi di posyandu serta puskesmas. Mereka juga berkoordinasi dengan dokter spesialis jantung anak untuk melakukan skrining dini pada anak-anak yang berisiko. “Kami mengajak orang tua untuk membawa anak ke posyandu secara rutin, sehingga dapat dipantau pertumbuhan dan kebutuhan imunisasi,” tambah Dr. Ahmad.

Baca juga:

Kasus meninggalnya dua balita ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat Cirebon. Beberapa warga mengaku merasa khawatir bahwa anak mereka dapat mengalami hal serupa jika tidak mendapatkan perawatan yang memadai. “Saya dulu pernah menolak vaksin karena takut efek samping, tapi sekarang saya sadar betapa pentingnya vaksin untuk melindungi anak,” kata Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga.

Penutup, otoritas kesehatan menegaskan kembali bahwa campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui program imunisasi yang konsisten. Mereka mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memeriksa status imunisasi anak, memperbaiki pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya bagi anak yang memiliki kelainan bawaan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, tenaga medis, dan keluarga diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *