Media Pendidikan – 10 April 2026 | Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan pentingnya penurunan kadar gula pada minuman kemasan sebagai langkah preventif menghadapi lonjakan kasus diabetes pada anak. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke pabrik PT Tirta Alam Segar di Bekasi pada Kamis, 9 April 2026.
Data Prevalensi Diabetes Anak Meningkat Signifikan
Usulan Pengurangan Gula pada Produk Minuman Kemasan
Chusnunia Chalim mengajak produsen minuman kemasan untuk menurunkan kadar gula pada produk yang telah lolos uji BPOM. “Mungkin saja produksi‑produksi industri yang sudah terdaftar dapat menurunkan kadar gula, sehingga berpotensi menurunkan prevalensi diabetes,” ujarnya kepada wartawan.
Walaupun tidak ada bukti langsung bahwa konsumsi minuman kemasan berhubungan satu‑satu dengan diabetes anak, DPR berupaya menciptakan standar yang lebih ketat demi melindungi generasi muda.
Peran Kementerian Perindustrian dalam Transparansi Kadar Gula
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Andi Rizaldi, menekankan pentingnya penyediaan informasi kadar gula pada setiap produk minuman. Ia mengusulkan pengkategorian minuman berdasarkan kadar gula, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengetahui tingkat kemanisan dan risiko kesehatan yang terkait.
“Tugas pemerintah dan produsen adalah memberikan rambu. Pilihannya kembali ke masyarakat, tapi edukasi tetap harus dilakukan,” kata Andi Rizaldi.
Implikasi Kebijakan bagi Industri dan Konsumen
Jika kebijakan pengurangan gula diterapkan, produsen diharapkan menyesuaikan formula produk, melakukan reformulasi, atau menawarkan varian rendah gula. Langkah ini dapat menurunkan total asupan gula harian anak-anak, yang pada gilirannya membantu menurunkan angka kejadian diabetes.
Bagi konsumen, terutama orang tua, kejelasan label gula akan memudahkan pilihan produk yang lebih sehat. Edukasi tentang dampak konsumsi gula berlebih juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik.
Harapan DPR terhadap Penurunan Prevalensi Diabetes
Chusnunia Chalim menekankan bahwa penurunan prevalensi diabetes pada anak sangat penting karena dampak jangka panjangnya yang luas. “Diabetes ini ngefeknya ke mana-mana, misalnya ginjal, stroke, dan lain‑lain,” jelasnya.
Dengan langkah pengurangan gula pada minuman kemasan, DPR berharap dapat memberikan kontribusi konkret dalam menurunkan risiko diabetes pada generasi muda Indonesia.
Kesimpulannya, upaya kolaboratif antara legislatif, kementerian, produsen, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan kadar gula konsumsi anak dan menurunkan beban diabetes di masa depan.


Komentar