Nasional
Beranda » Berita » Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: DATA, PPRE, ATAP hingga SSTM Jatuh Tajam

Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: DATA, PPRE, ATAP hingga SSTM Jatuh Tajam

Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: DATA, PPRE, ATAP hingga SSTM Jatuh Tajam
Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini: DATA, PPRE, ATAP hingga SSTM Jatuh Tajam

Media Pendidikan – 04 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 0,99% pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026, menurun ke level 7.026,78 dari 7.097,05. Penurunan ini dipicu oleh sentimen geopolitik global, aksi jual investor asing, serta tekanan nilai tukar rupiah dan data makro yang belum solid. Di tengah pergerakan indeks yang melemah, sejumlah emiten masuk dalam daftar 10 saham paling besar penurunnya (top losers) selama sepekan.

Daftar 10 Saham Top Losers

No Saham Penurunan (%) Harga Akhir (Rp)
1 Remala Abadi (DATA) 39,94 2.180
2 PP Presisi (PPRE) 38,69 103
3 Trimitra Prawara (ATAP) 32,94 456
4 Wijaya Cahaya (FWCT) 27,56 92
5 Sat Nusapersada (PTSN) 20,63 300
6 LCK Global (LCKM) 19,67 98
7 Fortune Indonesia (FMII) 19,57 222
8 Guna Timur Raya (TRUK) 18,52 220
9 Hotel Fitra (FITT) 18,30 250
10 Sunson Textile (SSTM) 17,93 595

Remala Abadi (DATA) memimpin penurunan dengan likuiditas menurun 39,94%, turun 1.450 poin menjadi Rp2.180 per lembar. PP Presisi (PPRE) berada di posisi kedua, anjlok 38,69% atau 65 poin menjadi Rp103. Trimitra Prawara (ATAP) melanjutkan tren menurun dengan penurunan 32,94% menjadi Rp456. Sektor industri dan konsumer juga terasa dampaknya, meski tiga sektor berhasil mencatat kenaikan: industri (+3,35%), consumer non‑siklikal (+2,28%), dan consumer siklikal (+6,58%).

Baca juga:

Rata‑rata volume transaksi harian BEI turun 8,62% menjadi 25,87 miliar saham, sementara nilai transaksi harian merosot 36,69% menjadi Rp14,77 triliun. Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp2,94 triliun pada pekan ini, menurunkan tekanan pada pasar namun tidak cukup untuk menghentikan penurunan saham-saham paling lemah.

Para analis pasar menilai bahwa meskipun ada sinyal rebound teknikal, tekanan eksternal masih menjadi faktor penghambat. “IHSG masih tertekan oleh aksi jual investor asing, terutama di sektor perbankan besar, serta volatilitas rupiah,” ujar Reydi Octa, pengamat pasar modal.

Baca juga:

Investor yang memiliki posisi di saham-saham yang masuk dalam daftar top losers disarankan untuk meninjau kembali fundamental masing‑masing emiten. Penurunan tajam dapat menciptakan peluang bagi pembeli jangka panjang, namun risiko volatilitas tetap tinggi. Memperhatikan data keuangan terbaru, prospek industri, serta kebijakan moneter menjadi kunci dalam mengambil keputusan.

Secara keseluruhan, penurunan IHSG sebesar 0,99% dan kapitalisasi pasar yang terpangkas 1,69% menjadi Rp12.305 triliun mencerminkan kondisi pasar yang masih sensitif terhadap faktor eksternal. Pengawasan ketat terhadap perkembangan geopolitik, kebijakan moneter, serta aliran modal asing akan menjadi penentu arah pergerakan indeks dan saham-saham individual pada pekan berikutnya.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *