Olahraga
Beranda » Berita » Chelsea Hancur Lebur: 5 Laga Tanpa Gol, Rekor Terburuk Sejak 1912

Chelsea Hancur Lebur: 5 Laga Tanpa Gol, Rekor Terburuk Sejak 1912

Chelsea Hancur Lebur: 5 Laga Tanpa Gol, Rekor Terburuk Sejak 1912
Chelsea Hancur Lebur: 5 Laga Tanpa Gol, Rekor Terburuk Sejak 1912

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Pada Selasa malam, 21 April 2026, Chelsea kembali menelan kekalahan telak 0-3 di hadapan Brighton & Hove Albion. Kekalahan ini tidak hanya menambah beban poin, tetapi juga memperpanjang rentetan lima pertandingan beruntun tanpa mencetak gol, catatan terburuk bagi The Blues sejak tahun 1912.

Serangan Chelsea pada laga tersebut hampir tak berpengaruh. Brighton membuka skor lebih awal melalui tendangan jarak jauh yang tak terelakkan, kemudian menambah dua gol lagi di babak kedua dengan kombinasi serangan cepat. Akhir pertandingan menegaskan dominasi tamu, sementara lini depan Chelsea tampak kehilangan akal. Seorang komentator mengungkapkan, “Chelsea kalah lagi.”

Baca juga:

Rentetan tanpa gol ini mencakup lima laga berturut‑turut di Premier League, dimulai sejak akhir bulan Maret ketika The Blues gagal menembus gawang lawan dalam dua pertandingan terakhir sebelum melawan Brighton. Selama periode tersebut, mereka hanya mengumpulkan satu poin dari satu hasil imbang, menurunkan posisi mereka di klasemen menjadi zona tengah bawah.

Secara historis, performa ini menandai kemunduran paling signifikan sejak musim 1911/1912, ketika Chelsea juga mengalami lima laga beruntun tanpa mencetak angka. Pada masa itu, tim asal London berada dalam fase transisi yang panjang, dan catatan serupa tidak terulang selama lebih dari satu abad. Data klub menunjukkan bahwa sejak era profesional modern, tidak ada tim yang mengalami rentetan gol kosong seluas ini.

Baca juga:

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas lini serang dan taktik pelatih. Pengamat mengingatkan bahwa selain masalah teknis, kepercayaan diri pemain depan tampak tergerus oleh tekanan hasil negatif yang terus berulang. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Chelsea mencatatkan rata‑rata kepemilikan bola di atas 50 persen, namun konversi peluang tetap nihil.

Ke depan, Chelsea dijadwalkan menghadapi pertandingan penting melawan tim papan atas yang dapat menentukan nasib mereka di kompetisi domestik. Manajer diperkirakan akan melakukan rotasi skuad serta meninjau strategi akhir‑game untuk memulihkan kemampuan mencetak gol. Bagi pendukung, harapan tetap tinggi agar The Blues dapat mengakhiri deret kelam ini dan kembali menunjukkan kualitas yang selama ini menjadi ciri khas klub.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *