Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Bupati Jember, Muhammad Fawait, atau lebih dikenal sebagai Gus Fawait, telah mengambil langkah-langkah unik dalam memperbaiki data kemiskinan di daerahnya. Ia memilih untuk memeriksa data secara langsung dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pemeriksaan faktual.
Tim yang dibentuk oleh Gus Fawait menyusun panduan dan petunjuk teknis untuk melakukan pemeriksaan data secara langsung. Sekitar 20 ribu ASN diharapkan untuk melibatkan diri dalam proses ini. Mereka harus melihat kondisi tempat tujuan, memverifikasi data warga secara langsung, dan melaporkan hasilnya dalam bentuk dokumentasi.
Hasil dari kegiatan ini sangat mengejutkan. Terungkap bahwa ada 16.766 warga yang sudah meninggal dunia, tapi masih tercatat hidup di data kemiskinan. Selain itu, ditemukan juga 10.703 warga yang berdomisili di luar daerah, tapi masih dianggap sebagai warga miskin di Jember.
Forum nasional yang digelar oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Jakarta, Kamis (21/5/2026), menampilkan hasil dari kegiatan ini. Hadir dalam forum tersebut antara lain Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PAN RB, Badan Pusat Statistik (BPS), dan perwakilan 14 pemerintah daerah.
Gus Fawait mengaku bahwa persoalan kemiskinan adalah prioritas kerjanya. Angka kemiskinan Jember turun dari 9,01 persen menjadi 8,67 persen pada 2025. Meskipun demikian, jumlah penduduk miskin di Jember masih menjadi yang terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur.
Gus Fawait juga menyatakan bahwa pemkab Jember memfokuskan intervensi pada kelompok Desil 1 atau kelompok masyarakat paling miskin. Langkah ini disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, sangat terpukau oleh langkah Gus Fawait. Ia mengatakan bahwa pengalaman Jember dapat menjadi referensi strategis bagi percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih terpadu dan berdampak.
Berikut adalah statistik kemiskinan di Indonesia menurut data BPS pada September 2025: 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta jiwa. Target pemerintah sampai tahun 2029 adalah 4,5-5 persen.


Komentar