Media Pendidikan – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Pada hari ini BookXcess memperkenalkan inisiatif baru bernama The Brain Un‑Rot Library, sebuah kampanye yang dirancang untuk mengembalikan kebiasaan membaca buku fisik dan mengurangi dampak negatif kebiasaan menghabiskan waktu berlebihan di media sosial (doomscrolling). Peluncuran ini menandai langkah strategis retailer buku tersebut dalam mendukung pemulihan fokus mental generasi muda Indonesia.
Kampanye ini diluncurkan bersamaan dengan serangkaian aktivitas di beberapa gerai BookXcess di seluruh Indonesia, termasuk program tukar buku lama dengan buku baru, lokakarya literasi, serta ruang baca khusus yang dipenuhi koleksi buku non‑fiksi dan fiksi yang dipilih untuk menstimulasi konsentrasi. BookXcess menargetkan untuk menjangkau lebih dari satu juta pembaca dalam tiga bulan pertama, dengan harapan dapat menurunkan tingkat kebiasaan doomscroll yang diperkirakan memakan rata‑rata tiga jam per hari pada remaja dan dewasa muda.
Ruang Baca dan Program Pendukung
Ruang Brain Un‑Rot dirancang secara ergonomis, dengan pencahayaan lembut, kursi yang nyaman, dan zona bebas gadget. Setiap pengunjung diberikan kartu akses yang memungkinkan mereka meminjam buku selama tiga minggu tanpa harus mengeluarkan biaya. Selain itu, BookXcess menggelar workshop mingguan yang menghadirkan penulis, psikolog, dan pakar pendidikan untuk membahas teknik membaca efektif, manajemen waktu, serta strategi mengatasi distraksi digital.
“a groundbreaking campaign designed to help reverse” – ungkapan resmi BookXcess dalam siaran pers menegaskan tujuan utama kampanye ini, yaitu membalik tren menurunnya konsentrasi akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.
Data internal yang dirilis oleh BookXcess menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan ke area baca khusus, naik 45% dibandingkan bulan sebelumnya. Lebih jauh, survei pra‑dan pasca‑program mengindikasikan bahwa 62% peserta merasakan peningkatan fokus setelah mengikuti lokakarya selama dua minggu.
Respons Publik dan Harapan Kedepan
Reaksi masyarakat tampak positif, terutama di kalangan pelajar dan orang tua yang mengkhawatirkan dampak digitalisasi pada kemampuan konsentrasi anak. Seorang guru di Jakarta menuturkan, “Saya melihat perubahan nyata pada siswa yang rutin mengunjungi Brain Un‑Rot Library; mereka lebih terlibat dalam diskusi kelas dan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih tepat waktu.”
BookXcess menegaskan bahwa kampanye ini akan berlanjut dengan menambah koleksi buku, memperluas jaringan ruang baca ke kota‑kota lain, serta mengintegrasikan teknologi AR (augmented reality) untuk memperkaya pengalaman membaca tanpa mengorbankan konsentrasi.
Dengan pendekatan yang menggabungkan elemen edukasi, kesehatan mental, dan komunitas, The Brain Un‑Rot Library diharapkan menjadi model bagi pelaku industri buku lainnya dalam mengatasi tantangan era digital. Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan kebiasaan membaca, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan generasi yang lebih fokus dan produktif.


Komentar