Daerah
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Serang, Penyebab dan Tindakan Polisi

Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Serang, Penyebab dan Tindakan Polisi

Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Serang, Penyebab dan Tindakan Polisi
Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Serang, Penyebab dan Tindakan Polisi

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Bocah laki-laki berusia 11 tahun, Muhammad Irfan, meninggal dunia pada Selasa 21 April 2024 setelah tersedot pipa irigasi ketika sedang bermain di sekitar aliran Sungai Cibanten, tepatnya di Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.

Kapolsek Ciomas, Iptu Ridwan Junaedi, mengonfirmasi kronologi tersebut. Ia menambahkan bahwa korban awalnya berada di atas pipa, kemudian terpeleset dan tersedot ke dalam pipa irigasi, menyebabkan air mengalir masuk dan menenggelamkannya.

Baca juga:

“Kami tidak ingin peristiwa ini diproses hukum,” ujar Ridwan Junaedi, menambahkan bahwa keluarga korban menolak dilakukan autopsi serta tindakan hukum lainnya.

Setelah kejadian, tim SAR segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Ciomas untuk pertolongan pertama. Karena kondisi kritis, Irfan kemudian dirujuk ke RSUD Banten guna perawatan intensif.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa luka akibat tersedot pipa irigasi terlalu parah untuk diselamatkan, dan Muhammad Irfan dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:

Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, untuk dimakamkan sesuai adat setempat.

Keluarga korban menyatakan penerimaan atas musibah ini dengan lapang dada, menolak proses hukum, dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Polisi menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar sungai atau fasilitas irigasi. Ridwan Junaedi mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak bermain di atas pipa yang berpotensi berbahaya.

Baca juga:

Sungai Cibanten merupakan aliran air yang melintasi wilayah pedesaan Serang, dan jaringan pipa irigasi yang ada sering dijadikan tempat bermain oleh anak-anak. Namun, struktur pipa yang tidak dilengkapi penutup yang aman meningkatkan risiko tersedot air.

Kasus ini menambah daftar tragedi serupa yang menimpa anak-anak di daerah dengan fasilitas irigasi terbuka, menegaskan perlunya regulasi lebih ketat serta edukasi keselamatan bagi masyarakat.

Dengan berlalunya beberapa hari sejak kejadian, pihak berwenang masih mengingatkan pentingnya kesadaran akan bahaya bermain di dekat instalasi irigasi, berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat menemukan kedamaian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *