Media Pendidikan – 13 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana paling dominan di Indonesia pada periode 11-12 Juni 2026. Berdasarkan data yang diterima, terdapat 35 titik api aktif di Sumatera dan 23 titik api aktif di Kalimantan yang masih ditangani oleh tim gabungan.
BNPB menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi cuaca panas dan kering telah membuat kebakaran hutan dan lahan semakin mudah terjadi.
“Kami masih menerima laporan tentang kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Indonesia,” ujar Kepala BNPB. “Kami berupaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan ini dengan segera dan efektif.”
BNPB juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan kerugian besar bagi lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, BNPB berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.


Komentar