Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Es abadi di Puncak Jaya, gunung tertinggi di Indonesia, diperkirakan hilang sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau awal 2027. Prediksi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Es abadi di Puncak Jaya telah bertahan selama ribuan tahun dan menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
BMKG menjelaskan bahwa hilangnya es abadi di Puncak Jaya disebabkan oleh perubahan iklim. Perubahan suhu udara dan curah hujan yang meningkat telah menyebabkan es abadi mulai mencair.
‘Kita melihat bahwa es abadi di Puncak Jaya telah mulai mencair sejak beberapa tahun lalu,’ kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. ‘Saat ini, kita memprediksi bahwa es abadi akan hilang sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau awal 2027.’
BMKG juga menjelaskan bahwa hilangnya es abadi di Puncak Jaya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. ‘Kita harus memperhatikan dampak hilangnya es abadi pada lingkungan,’ kata Dwikorita. ‘Kita harus bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan.’
BMKG telah melakukan survei dan monitoring terhadap es abadi di Puncak Jaya sejak tahun 2019. Hasil survei menunjukkan bahwa es abadi telah mencair sekitar 20% dalam dua tahun terakhir.
‘Kita akan terus melakukan survei dan monitoring untuk memantau perubahan es abadi di Puncak Jaya,’ kata Dwikorita. ‘Kita akan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.’
BMKG juga telah memberikan saran kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. ‘Kita harus mengurangi emisi gas buang dan menghijaukan lingkungan,’ kata Dwikorita. ‘Kita harus bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan.’


Komentar