Media Pendidikan – 21 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Petinggi Bhayangkara FC, Sumardji, mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden brutal yang melibatkan pemain muda klub, Fadly Alberto Hengga, pada pertandingan Liga 1 pekan ini. Menurutnya, aksi tendangan kungfu yang dilakukan Fadly bukan semata‑mata tindakan spontan, melainkan dipicu oleh dugaan ucapan rasis yang terdengar dari lawan.
Versi Internal Klub
Sumardji menjelaskan bahwa setelah meninjau rekaman video pertandingan dan laporan wasit, pihak klub menemukan bahwa Fadly menanggapi komentar provokatif yang muncul di tengah duel. Walaupun demikian, Sumardji menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas penggunaan teknik tendangan kungfu yang berisiko melukai pemain lain. “Kami menilai tindakan tersebut melanggar kode etik sepak bola dan tidak dapat diterima dalam kompetisi profesional,” tegasnya.
Klub juga menyatakan bahwa proses investigasi masih berlangsung, termasuk wawancara dengan saksi mata dan analisis audio. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku ucapan rasis, namun Bhayangkara FC berjanji akan mengungkap fakta secara transparan.
Reaksi Publik dan Regu Pengawas
Insiden ini memicu kehebohan di media sosial, dengan banyak netizen menuntut sanksi tegas bagi Fadly serta pihak yang dianggap memicu konflik. Liga 1 pun menyiapkan rapat khusus dengan komite disiplin untuk menilai apakah ada pelanggaran tambahan terkait provokasi verbal.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Fadly Alberto mengaku menyesal atas tindakan yang ia lakukan, sekaligus menegaskan tidak ada niat menyakiti lawan. “Saya mengakui bahwa tendangan kungfu bukan cara yang tepat untuk menanggapi apapun, termasuk ucapan yang tidak pantas,” ujar Fadly.
Data Pendukung
- Waktu insiden: menit ke-57 babak pertama.
- Lokasi: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
- Skor saat itu: Bhayangkara FC 1-0 lawan.
- Jumlah penonton: sekitar 30.000 orang.
Statistik Liga 1 menunjukkan bahwa Bhayangkara FC berada di peringkat ke‑4 dengan 34 poin, sementara tim lawan berada di posisi menengah klasemen. Kedua tim sama-sama menargetkan tempat finis di zona Asian Club Competition.
Klub menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk menegakkan sportivitas dan menindak tegas segala bentuk diskriminasi. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga di lapangan,” pungkas Sumardji.


Komentar