Media Pendidikan – 15 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah meninjau kembali skema insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa besaran insentif yang selama ini diberikan sama rata kepada seluruh dapur MBG akan dievaluasi setelah proses pemutakhiran data penerima manfaat selesai dilakukan.
BGN juga berencana memperbarui sistem evaluasi kinerja SPPG, tidak hanya berdasarkan jumlah makanan yang diproduksi, tetapi juga memperhatikan mutu layanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Arumsari mencontohkan dapur yang melayani 1.500 penerima manfaat maupun yang hanya melayani 500 penerima manfaat tetap memperoleh insentif operasional dengan nilai yang sama. Langkah tersebut merupakan aturan yang diterapkan pada periode sebelumnya.
Saat ini BGN masih melakukan pencocokan data penerima manfaat di berbagai daerah. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penataan kembali jumlah dan sebaran dapur MBG.
Arumsari mengatakan tidak menutup kemungkinan beberapa SPPG akan digabung apabila jumlah penerima manfaat di suatu wilayah dinilai belum memadai. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses refocusing yang sedang berjalan.
BGN akan merumuskan pola insentif baru yang tidak lagi diterapkan secara seragam. Besaran insentif akan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.


Komentar