Media Pendidikan – 12 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Pasangan ganda campuran Indonesia, Betrand Peto (Onyo) dan Rara Sudirman, harus menelan kekalahan melawan duo asal Malaysia, Samuel dan Nabila, pada pertandingan penyisihan turnamen Sportstive yang digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Sabtu (11/04/2026). Kalah 2-0, keduanya tersingkir dari kompetisi dan menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan penggemar badminton tanah air.
Turnamen Sportstive yang diselenggarakan oleh komunitas olahraga lokal ini menarik perhatian atlet amatir dan semi‑profesional dari berbagai provinsi. Pada babak pertama, Peto dan Sudirman diharapkan dapat melaju ke babak selanjutnya berkat performa konsisten di turnamen sebelumnya. Namun, Samuel dan Nabila menampilkan taktik agresif dan kecepatan servis yang membuat pasangan Indonesia kesulitan mengatur ritme permainan.
Alasan Kekalahan Menurut Betrand Peto
Setelah pertandingan usai, Peto mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraih. Ia menuturkan, “Saya merasa kurang fokus pada saat memukul servis lawan, sehingga memberi peluang bagi mereka untuk mengendalikan rally.” Peto menambahkan bahwa koordinasi dengan rekan setimnya, Rara Sudirman, belum optimal pada hari itu. “Kami belum menemukan sinkronisasi gerakan yang tepat, terutama dalam pertahanan net, sehingga sering terjebak di posisi defensif,” ujarnya.
Selain faktor mental, Peto menyoroti kondisi lapangan yang agak licin karena suhu ruangan yang tinggi. Menurutnya, kondisi ini memperparah kesulitan dalam melakukan footwork yang presisi. “Permainan di dalam ruangan ini menuntut adaptasi cepat, dan kami belum sepenuhnya menyesuaikan diri,” jelasnya.
Data resmi turnamen mencatat bahwa Samuel dan Nabila menguasai 58% poin pada servis pertama dan berhasil memaksa Peto‑Sudirman melakukan kesalahan tidak dipaksa sebanyak 7 kali dalam dua set. Sementara itu, pasangan Indonesia hanya berhasil mencetak 12% poin pada rally panjang, menandakan tantangan dalam mempertahankan tekanan.
Rara Sudirman, yang juga mengungkapkan rasa penyesalan, mengatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh pada strategi permainan. “Kami harus memperbaiki pola serangan dan memperkuat komunikasi di lapangan,” katanya. Kedua pemain berjanji akan kembali berlatih intensif menjelang kompetisi berikutnya, termasuk meningkatkan kebugaran fisik dan memperdalam analisis taktik lawan.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Peto dan Sudirman, terutama mengingat target mereka untuk menembus babak final pada ajang turnamen nasional mendatang. Pelatih tim menegaskan pentingnya konsistensi dan mental yang kuat dalam menghadapi lawan yang memiliki kecepatan servis tinggi.
Turnamen Sportstive sendiri tetap berlangsung hingga Minggu (12/04/2026) dengan jadwal pertandingan final pada kategori tunggal dan ganda. Penyelenggara berharap kejadian ini dapat menambah pengalaman kompetitif para atlet muda serta meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga badminton.
Dengan semangat yang tetap tinggi, Betrand Peto dan Rara Sudirman bertekad memperbaiki kekurangan yang teridentifikasi dan kembali beraksi pada kompetisi berikutnya, menargetkan perbaikan performa dan hasil yang lebih baik.


Komentar