Media Pendidikan – 22 April 2026 | Polri melalui Bareskrim mengumumkan bahwa mereka sedang mengejar seorang DPO (Drug and Pharmaceutical Officer) yang diduga memproduksi catridge etomidate untuk dimasukkan ke dalam vape. Nama buron yang menjadi sorotan adalah Frendy Dona.
Kasus ini terkuak setelah adanya laporan dari pihak berwenang yang menyoroti bahaya penyalahgunaan etomidate, sebuah zat anestesi yang secara medis dipakai untuk memulai anestesi umum. Jika dimasukkan ke dalam vape, zat tersebut dapat memberikan efek sedatif yang berpotensi fatal bagi konsumen yang tidak menyadari keberadaannya.
Bareskrim menegaskan bahwa penemuan catridge tersebut merupakan bagian dari operasi yang lebih luas untuk menumpas peredaran obat-obatan terlarang yang dibungkus dalam produk konsumen populer, seperti rokok elektronik. Menurut data internal kepolisian, setidaknya ada tiga jenis zat terlarang yang pernah ditemukan dalam perangkat vape selama dua tahun terakhir, meskipun angka pasti belum dipublikasikan.
Dalam dokumen penyelidikan, tercantum nama pelaku yang disebutkan secara eksplisit, “Frendy Dona”. Identitas tersebut menjadi kunci bagi tim investigasi untuk melacak jejak produksi dan distribusi catridge tersebut. Bareskrim juga mengungkap bahwa catridge etomidate ini diproduksi dalam skala kecil namun berpotensi menyebar luas melalui jaringan penjualan gelap.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa etomidate jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis dapat menurunkan tekanan darah, memicu gangguan pernapasan, serta berisiko menyebabkan kerusakan organ. Oleh karena itu, keberadaan zat ini dalam vape menimbulkan kekhawatiran khusus, mengingat cara konsumsi yang melibatkan inhalasi langsung ke paru‑paru.
Polisi menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan melibatkan koordinasi lintas satuan, termasuk SatReskrim Narkotika dan unit forensik. Upaya ini mencakup penelusuran bahan baku, peralatan produksi, serta jaringan distribusi yang mungkin melibatkan pihak ketiga.
Selain menargetkan Frendy Dona, Bareskrim berencana melakukan razia di beberapa lokasi yang diduga menjadi titik produksi. Meskipun belum ada penetapan tanggal pasti, pihak kepolisian menyatakan bahwa operasi akan dilaksanakan secepatnya setelah bukti yang cukup terkumpul.
Kasus ini menambah deretan tantangan yang dihadapi aparat keamanan dalam menanggulangi peredaran obat terlarang yang menyusup ke dalam produk konsumen sehari‑hari. Pemerintah dan lembaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi publik tentang risiko penggunaan vape yang tidak jelas asal‑usulnya.
Jika Frendy Dona berhasil ditangkap, ia akan dijerat dengan pasal terkait peredaran obat terlarang dan produksi alat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Bareskrim menegaskan komitmen untuk melindungi publik dari ancaman serupa di masa mendatang.


Komentar