Daerah
Beranda » Berita » Balita 2 Tahun Tertabrak Mobil di Jalan Sunu Makassar, Pengemudi Dikecam Warga, Kronologi Lengkap

Balita 2 Tahun Tertabrak Mobil di Jalan Sunu Makassar, Pengemudi Dikecam Warga, Kronologi Lengkap

Balita 2 Tahun Tertabrak Mobil di Jalan Sunu Makassar, Pengemudi Dikecam Warga, Kronologi Lengkap
Balita 2 Tahun Tertabrak Mobil di Jalan Sunu Makassar, Pengemudi Dikecam Warga, Kronologi Lengkap

Media Pendidikan – 06 April 2026 | Makassar – Sebuah insiden tragis terjadi pada sore hari di Jalan Sunu, Kota Makassar, ketika seorang balita berusia dua tahun tertabrak mobil pribadi. Kejadian ini memicu kemarahan warga sekitar yang hampir menyerang pengemudi kendaraan tersebut. Berikut rangkaian peristiwa lengkap yang berhasil dikumpulkan dari saksi mata, pihak kepolisian, dan tim medis.

Secara tidak sengaja, kendaraan melaju menyeberang jalur pejalan kaki dan menabrak anak kecil tersebut. Penumpang lain di dalam mobil, seorang pria berusia sekitar 30-an tahun, tidak melaporkan adanya gangguan teknis pada kendaraan. Namun, ia mengaku kehilangan kendali sejenak karena tergelincir di jalan yang licin akibat hujan gerimis ringan yang turun pada saat itu.

Baca juga:

Setelah kejadian, ibu balita langsung berusaha menolong anaknya sambil memanggil bantuan. Seorang saksi mata, Budi (35), yang berada di dekat lokasi, menyatakan bahwa ia langsung berteriak meminta pengemudi berhenti dan menurunkan mobil. Pengemudi, yang tidak segera berhenti, justru melanjutkan pergerakan kendaraan selama beberapa meter sebelum akhirnya berhenti di tepi jalan.

Ketegangan meningkat ketika beberapa warga yang menyaksikan kejadian berbondong-bondong menghampiri mobil. Mereka menuntut pertanggungjawaban langsung dari pengemudi, bahkan ada yang mengangkat tangan bersiap menyerang. Beruntung, petugas keamanan lingkungan berhasil menenangkan situasi dan mengarahkan warga untuk tidak melakukan tindakan kekerasan.

Polisi setempat, Brigade 03 Makassar, tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima. Tim kepolisian segera memberikan pertolongan pertama kepada korban dan memanggil ambulans. Balita tersebut dibawa ke RS Umum Pusat Daerah (RSUP) Hasanuddin untuk perawatan lebih lanjut. Dokter yang menanganinya menyatakan bahwa anak itu mengalami luka memar pada bagian kepala dan beberapa memar pada tubuh, namun kondisi vital masih terjaga.

Sementara itu, pengemudi mobil, yang diidentifikasi sebagai Budi Santoso, 32 tahun, penduduk Kelurahan Bontoala, ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Ia menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan mengaku tidak sengaja menabrak anak itu karena tergesa‑gesa mengantarkan seorang teman ke tempat kerja.

Baca juga:

Berikut kronologi singkat dalam bentuk daftar untuk mempermudah pemahaman pembaca:

  • 16.30 WIB – Mobil sedan hitam melaju di Jalan Sunu.
  • 16.31 WIB – Balita 2 tahun menyeberang trotoar bersama ibunya.
  • 16.32 WIB – Mobil menabrak balita, menimbulkan luka memar.
  • 16.33 WIB – Warga sekitar berteriak menuntut penghentian kendaraan.
  • 16.35 WIB – Pengemudi berhenti, warga hampir menyerang pengemudi.
  • 16.40 WIB – Polisi tiba, memberikan pertolongan pertama, dan mengevakuasi korban.
  • 16.45 WIB – Balita dibawa ke RSUP Hasanuddin.
  • 17.00 WIB – Pengemudi ditahan untuk proses hukum.

Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mengaudit kondisi teknis kendaraan yang terlibat. Selain itu, mereka juga akan memeriksa apakah pengemudi melanggar aturan lalu lintas seperti melanggar batas kecepatan atau tidak memberi prioritas kepada pejalan kaki.

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas mengenai keselamatan pejalan kaki, khususnya anak-anak, di wilayah perkotaan Makassar. Organisasi LSM yang fokus pada keselamatan jalan, Yayasan Jalan Aman, mengimbau pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan kecepatan di zona pemukiman serta meningkatkan fasilitas penyeberangan khusus anak.

Wali Kota Makassar, Dr. Ahmad Fadli, dalam pernyataannya di media lokal, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Ia menambahkan bahwa akan segera melakukan evaluasi terhadap tata letak trotoar dan penambahan rambu-rambu peringatan di daerah rawan kecelakaan.

Baca juga:

Sejumlah warga yang hadir pada saat kejadian mengungkapkan keinginan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pengendara. “Kami tidak ingin lagi melihat anak kecil menjadi korban karena kelalaian pengemudi. Harapannya, aparat menegakkan hukum dengan tegas dan pemerintah meningkatkan fasilitas keamanan jalan,” ujar salah satu warga, Siti Nurhaliza (28).

Hingga saat penulisan artikel ini, kondisi balita masih dalam pengawasan intensif di rumah sakit. Keluarga korban berharap agar proses hukum dapat berjalan cepat dan memberikan keadilan serta pencegahan bagi masyarakat luas.

Insiden ini menegaskan kembali pentingnya kesadaran bersama antara pengendara, pejalan kaki, serta pihak berwenang dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi semua, terutama anak-anak yang paling rentan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *