Media Pendidikan – 11 April 2026 | Pada Jumat, 10 April 2026, anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan seruan kepada masyarakat Kota Bekasi untuk segera menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional‑Kartu Indonesia Sehat (JKN‑KIS). Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian sosialisasi yang dihadiri ratusan warga bersama perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bekasi, Sudiyanti.
Manfaat dan Skema Pembiayaan JKN‑KIS
Iuran JKN‑KIS bagi peserta mandiri berkisar Rp35.000 per bulan. Dengan nilai iuran tersebut, peserta memperoleh perlindungan kesehatan menyeluruh, termasuk rawat inap, operasi, dan layanan medis lainnya. Bagi warga yang berada dalam kategori kurang mampu, program Penerima Bantuan Iuran (PBI) memberikan akses gratis; pemerintah menanggung iuran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sudiyanti menegaskan, “Kalau mampu ya daftar sebagai peserta mandiri, tapi kalau tidak mampu bisa daftar menjadi peserta PBI. Pokoknya jangan sampai tidak terdaftar sama sekali, baik berbayar atau gratis.”
BPJS Kesehatan Cabang Bekasi menambahkan bahwa proses pendaftaran kini dapat dilakukan secara daring melalui layanan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa). Warga cukup mengirimkan foto Kartu Keluarga, KTP, nomor rekening untuk auto‑debet, serta nomor handphone yang terdaftar. “Bisa di rumah saja lewat WhatsApp, tidak perlu ke mana‑mana. Kalau mau online ke kelurahan, persyaratannya KK, KTP, nomor rekening, nomor handphone, dan memilih fasilitas kesehatan yang diinginkan,” jelas Sudiyanti.
Program ini diharapkan meningkatkan cakupan kepesertaan JKN‑KIS di Bekasi, yang pada akhir 2025 masih berada di bawah target nasional. Dengan kolaborasi antara DPR, BPBP, dan pemerintah daerah, diharapkan angka peserta dapat naik signifikan sebelum akhir tahun 2026.
Secara keseluruhan, upaya Nuroji dan BPJS Kesehatan menekankan pentingnya persiapan kesehatan sejak dini. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan mekanisme pendaftaran yang mudah dan iuran yang terjangkau, sehingga tidak terpaksa menanggung beban biaya medis yang tinggi di masa depan.


Komentar