Media Pendidikan – 06 Juni 2026 | Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melakukan pemantauan penyaluran BBM bersubsidi di Sumatera Barat dengan mendatangi Kantor Sales Area Retail Pertamina Patra Niaga Sumbar di Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, Andre bersama Sales Area Manager (SAM) Retail Sumatera Barat PT Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, memantau aktivitas SPBU se-Sumbar melalui sistem CCTV yang terintegrasi.
Andre menyimpulkan, kelangkaan solar yang selama ini terjadi di Sumbar bukan disebabkan oleh kurangnya kuota yang diberikan pemerintah pusat. Data Pertamina menunjukkan pada periode 16-23 Mei 2026 penyaluran Biosolar JBT mencapai 14.264 kiloliter atau rata-rata 1.788 kiloliter per hari, yang setara 118 persen dari kuota harian.
“Kalau kita belajar dari lima tahun terakhir, kuota BBM Sumbar itu tidak pernah kurang. Bahkan setiap tahun bertambah. Tahun lalu kita mendapatkan tambahan kuota 15 persen, tahun ini penjualan juga sudah lebih 5 persen dari kuota, tapi tetap terjadi kelangkaan. Jadi masalahnya bukan kuota,” kata Andre.
Andre menilai fakta tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa persoalan utama terletak pada penyalahgunaan solar subsidi. Menurutnya, pola yang terjadi selama bertahun-tahun menunjukkan setiap kali aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) meningkat, solar menjadi langka di masyarakat.
“Ini bukan dugaan lagi, tapi fakta yang berulang. Setiap PETI marak, solar langka. Begitu ada operasi dan penindakan terhadap PETI, solar kembali gampang didapat masyarakat. Polanya selalu begitu,” ujar Andre.


Komentar