Media Pendidikan – 08 Mei 2026 | Puluhan aktivis kelompok seni anti-Kremlin Pussy Riot menggelar aksi demonstrasi di Venesia, Kamis (7/5), untuk memprotes kehadiran Rusia dalam ajang Biennale Venesia. Mereka berteriak ‘Tidak ada Putin di Venesia’ dan menyalakan suar berwarna biru dan kuning, warna bendera Ukraina, di markas yayasan Biennale.
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya, Rabu (6/5), ketika anggota kolektif feminis tersebut berhasil mencapai paviliun Rusia di kawasan Biennale Gardens dan menyalakan suar sebagai bentuk penolakan terhadap partisipasi Moskow.
Kontroversi muncul setelah pada awal Maret diumumkan bahwa Rusia akan kembali berpartisipasi dalam Biennale untuk pertama kalinya sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Keputusan itu menuai kritik dari pemerintah Italia dan Uni Eropa.
Ketua Biennale, Pietrangelo Buttafuoco, membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa seni harus tetap menjadi ruang netral untuk dialog tanpa sensor.
Para demonstran dari kelompok Pussy Riot menggelar protes di Pameran Seni Internasional Biennale Venesia, di Venesia, Italia, 7 Mei 2026.


Komentar