Media Pendidikan – 25 April 2026 | Aliansi Suara Orang Muda, Melawan Krisis Iklim menggelar aksi peringatan Hari Bumi pada Kamis, 23 April 2026, di Palembang. Puluhan massa memulai gerakan dari Bundaran Air Mancur menuju Kantor Wali Kota sambil mengangkat balon berbentuk bola dunia, memungut sampah, dan mendistribusikan bibit tanaman kepada warga.
Rute berjalan kaki menembus jalan utama kota, menyoroti titik‑titik rawan banjir. Di sepanjang perjalanan, para relawan menurunkan kantong sampah berisi limbah plastik, kertas, dan sampah organik, serta menanam bibit pohon mangga dan kelapa pada lahan terbuka yang disediakan oleh komunitas setempat.
Sesampainya di depan Kantor Wali Kota Palembang, massa melakukan orasi terbuka. Salah satu aktivis, Rina Pratama, menegaskan, “Kami menuntut pemerintah kota menindaklanjuti putusan PTUN Palembang terkait gugatan Walhi Sumsel tentang banjir, serta mencabut izin bangunan yang menutup ruang resapan air.”
Permintaan utama massa meliputi: (1) pelaksanaan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang atas kasus banjir yang diajukan Walhi Sumsel; (2) peninjauan dan pencabutan izin bangunan yang dianggap mengganggu sistem resapan air; (3) pembongkaran struktur ilegal yang menghalangi aliran air; dan (4) revisi kebijakan tata ruang yang lebih mengutamakan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.
Pengamat lingkungan, Dr. Andi Setiawan, menilai bahwa aksi massa dapat menambah tekanan politik untuk mempercepat implementasi kebijakan mitigasi iklim. “Jika pemerintah tidak segera menanggapi, risiko banjir akan semakin parah, terutama menjelang musim hujan,” ujarnya.
Wali Kota Palembang, Ridwan Mahfudz, dalam pernyataan singkat menyatakan bahwa pemerintah akan meninjau kembali perizinan bangunan dan memperkuat program penataan ruang, namun belum memberikan jadwal konkret.
Para peserta aksi berharap langkah konkret akan segera muncul, sehingga Palembang dapat menjadi contoh kota yang mengintegrasikan kebijakan iklim dalam perencanaan tata ruang. Aksi Hari Bumi ini sekaligus menjadi panggilan bagi warga lain untuk turut serta menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana namun berdampak.


Komentar