Daerah
Beranda » Berita » Akhir Tragis: Wanita Dibunuh Mantan Suami Siri di Serpong, Tangsel

Akhir Tragis: Wanita Dibunuh Mantan Suami Siri di Serpong, Tangsel

Akhir Tragis: Wanita Dibunuh Mantan Suami Siri di Serpong, Tangsel
Akhir Tragis: Wanita Dibunuh Mantan Suami Siri di Serpong, Tangsel

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Seorang wanita berusia 49 tahun ditemukan tewas di sebuah kontrakan di Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan, pada Sabtu (19/04/2026). Korban, yang diketahui bernama IL, diduga menjadi sasaran pembunuhan oleh mantan suami sirinya, THA berusia 41 tahun. Motif yang diungkap penyidik mengarah pada rasa sakit hati setelah berakhirnya hubungan percintaan yang tidak resmi.

Polisi setempat menerima laporan dan langsung menurunkan tim ke lokasi. Saat tiba, petugas menemukan tubuh IL tergeletak di lantai ruang tamu dengan luka tusuk pada bagian dada. Identitas korban segera dikonfirmasi melalui dokumen pribadi yang ditemukan di tempat kejadian. Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan bukti-bukti fisik, termasuk pisau berlumuran darah yang masih tergeletak di dekat korban.

Baca juga:

“Kami menemukan tersangka dalam keadaan melawan dan harus menggunakan senjata non lethal untuk mengamankannya,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Serpong, Kombes Pol. Arif Wibowo dalam konferensi pers singkat. “THA kini berada di tahanan sementara dan sedang menjalani interogasi lebih lanjut mengenai motif pembunuhan ini.”

Data kepolisian menunjukkan bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Tangerang Selatan meningkat 12% selama tahun 2025, khususnya yang melibatkan hubungan tidak resmi atau siri. Penelitian internal Polri menyebutkan faktor emosional, seperti rasa cemburu dan sakit hati, menjadi penyebab utama dalam sebagian besar kasus tersebut.

Baca juga:

IL, yang sebelumnya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta, dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam lingkungan RT setempat. Ia sempat menikah secara resmi pada tahun 2003, namun perceraian pada 2015 membuatnya memilih hubungan siri dengan THA, seorang wiraswasta yang memiliki riwayat hubungan singkat dengan beberapa wanita.

THA, yang tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, mengaku bahwa perselisihan finansial serta tuduhan perselingkuhan menjadi pemicu utama konflik. “Saya marah karena merasa diperlakukan tidak adil,” katanya dalam pernyataan yang diambil oleh tim penyidik. Namun, ia menolak mengakui tindakan pembunuhan secara langsung.

Baca juga:

Kasus ini kini berada dalam proses penyidikan lanjutan. Polisi berencana mengamankan barang bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kontrakan serta pesan elektronik antara korban dan tersangka yang dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang dinamika hubungan mereka. Sementara itu, keluarga IL menuntut keadilan dan meminta agar proses hukum berjalan transparan.

Di tengah sorotan publik, pemerintah kota Tangerang Selatan mengumumkan rencana peningkatan layanan konseling bagi korban kekerasan rumah tangga, serta program edukasi untuk mengurangi stigma terhadap korban hubungan siri. Diharapkan langkah ini dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *