Media Pendidikan – 08 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – PLN Indonesia Power (PLN IP) kembali mengukir prestasi di bidang lingkungan dengan berhasil meraih tujuh penghargaan PROPER Emas serta dua puluh dua penghargaan PROPER Hijau yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH). Pencapaian ini menandakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kinerja lingkungan secara berkelanjutan hingga tahun 2025.
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) merupakan mekanisme penilaian yang menilai perusahaan berdasarkan standar lingkungan hidup yang ketat. Penghargaan Emas menandakan tingkat kinerja tertinggi, sedangkan penghargaan Hijau mengindikasikan pencapaian baik dalam implementasi kebijakan ramah lingkungan. Dari total 39 penghargaan PROPER Emas yang tersedia, PLN IP berhasil mengamankan 7 penghargaan, setara dengan 18 persen.
Prestasi ini tidak lepas dari serangkaian inisiatif strategis yang diluncurkan sejak awal dekade ini. PLN IP mengintegrasikan teknologi bersih dalam operasional pembangkit listrik, memperluas penggunaan energi terbarukan, serta mengoptimalkan program efisiensi energi di seluruh jaringan distribusi. Upaya-upaya tersebut mencakup pembangunan pembangkit tenaga surya di beberapa provinsi, modernisasi turbin gas dengan teknologi rendah emisi, serta program pengelolaan limbah B3 yang lebih ketat.
Berikut rangkuman penghargaan yang diraih PLN IP pada tahun 2025:
- 7 Penghargaan PROPER Emas untuk: Pengelolaan Emisi, Penggunaan Energi Terbarukan, Pengelolaan Limbah, Efisiensi Energi, Tata Kelola Lingkungan, Inovasi Teknologi Bersih, dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan.
- 22 Penghargaan PROPER Hijau yang mencakup: Pengurangan Intensitas Karbon, Peningkatan Kualitas Udara, Pengelolaan Air, Rehabilitasi Ekosistem, dan Program CSR Lingkungan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Budi Santoso, menyatakan, “Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa strategi kami untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan keberlanjutan operasional telah membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat investasi pada energi terbarukan serta mengadopsi inovasi teknologi yang dapat menurunkan dampak lingkungan secara signifikan.”
Selain prestasi dalam kategori lingkungan, PLN IP juga mencatat peningkatan signifikan pada indikator kinerja utama (KPI) yang terkait dengan keberlanjutan. Emisi CO2 per megawatt-jam (MWh) turun sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara proporsi energi terbarukan dalam bauran energi perusahaan meningkat dari 25 persen menjadi 38 persen. Peningkatan tersebut sejalan dengan target nasional untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan PROPER sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong perusahaan swasta dan BUMN berkontribusi pada agenda hijau Indonesia. Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Luhut B. Pandjaitan, “Penghargaan ini tidak hanya mengapresiasi pencapaian PLN IP, tetapi juga menjadi contoh bagi sektor energi lainnya untuk mempercepat transisi energi bersih.”
Analisis independen dari lembaga riset energi, Energi Nusantara, menilai bahwa pencapaian PLN IP dapat menjadi katalisator bagi percepatan investasi sektor energi terbarukan di Indonesia. Laporan tersebut menyoroti bahwa kebijakan internal perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) telah meningkatkan kepercayaan investor dan membuka akses pendanaan hijau yang lebih luas.
Secara keseluruhan, keberhasilan PLN Indonesia Power dalam meraih 7 penghargaan PROPER Emas dan 22 penghargaan PROPER Hijau menegaskan posisi perusahaan sebagai pelopor dalam pengelolaan lingkungan di industri energi. Dengan fondasi kebijakan yang kuat, dukungan regulasi pemerintah, dan komitmen berkelanjutan, PLN IP siap memperkuat perannya dalam mewujudkan masa depan energi bersih bagi Indonesia.


Komentar