Nasional
Beranda » Berita » Lahan BUMN di Lima Kota Siap Dukung Program 3 Juta Rumah

Lahan BUMN di Lima Kota Siap Dukung Program 3 Juta Rumah

Lahan BUMN di Lima Kota Siap Dukung Program 3 Juta Rumah
Lahan BUMN di Lima Kota Siap Dukung Program 3 Juta Rumah

Media Pendidikan – 06 April 2026 | BP BUMN menyiapkan lahan milik perusahaan negara di lima kota besar untuk mempercepat pencapaian target 3 juta rumah layak huni yang digencarkan pemerintah. Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses pemetaan lahan sedang berjalan intensif, dengan fokus pada Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Tangerang, serta kota Semarang juga masuk dalam daftar prioritas.

Lokasi dan kepemilikan lahan

Mayoritas lahan yang akan diserahkan dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Contohnya, area di Manggarai, Jakarta Selatan; Senen, Jakarta Pusat (dimiliki PT Angkasa Pura Indonesia); serta wilayah Tanah Abang. Pemerintah menargetkan penggunaan lahan seluas sekitar 5 hektare per proyek, ukuran yang cukup untuk meniru model Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi yang telah beroperasi sejak 2022.

Baca juga:

Model Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi

Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi menjadi contoh utama. Kompleks tersebut menggabungkan 1.100 unit hunian dengan fasilitas publik lengkap: sekolah dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, area ibadah, taman bermain, serta ruang usaha UMKM. Biaya sewa hanya Rp350 per bulan, menjadikannya contoh hunian terjangkau yang terintegrasi dengan layanan sosial.

Dony Oskaria menegaskan bahwa semua fasilitas tersebut akan dijadikan standar dalam pengembangan hunian baru di lima kota target. “Kita ingin menciptakan ekosistem rumah susun yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendukung pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga,” ujarnya setelah kunjungan ke Rusunawa Cinta Kasih di Jakarta Barat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Baca juga:

Keterlibatan Kementerian PKP dan pemerintah pusat

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyambut baik inisiatif BP BUMN. Ia menekankan pentingnya menjaga aset negara tetap berada di tangan pemerintah, sambil melibatkan swasta dalam tahap konstruksi. Salah satu skema yang dibahas adalah penggunaan dana CSR, di mana lahan tetap milik negara, namun pembangunan fisik dikerjakan oleh pihak swasta.

Contoh konkret datang dari PT Astra International yang berjanji membangun 1.000 unit rumah susun layak huni di lahan KAI, masing‑masing seluas 35 m² dengan dua kamar tidur. Proyek tersebut diharapkan dimulai dalam tahun ini setelah kepastian lokasi diperoleh.

Baca juga:

Strategi pelaksanaan dan harapan

BP BUMN berencana menyerahkan hasil pemetaan lahan kepada Menteri PKP pada minggu berikutnya. Setelah itu, proses perizinan, pembiayaan, dan tender pembangunan akan diluncurkan secara bersamaan di kelima kota. Pemerintah menargetkan penyelesaian sebagian besar unit dalam tiga tahun ke depan, sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Jika semua rencana berjalan lancar, lahan BUMN akan menjadi katalisator utama dalam mengurangi kesenjangan perumahan di Indonesia, sekaligus memberi contoh kolaborasi antara negara dan sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *